LAMPUNG — GM Defense memperkenalkan konsep Unmanned Ground Vehicle berbasis Chevrolet Silverado 3500HD dual-rear-wheel dengan penggerak listrik senyap dan sistem otonom Scout AI. Prototipe ini dirancang untuk misi logistik senyap dan evakuasi korban di medan tempur. Uji fungsi kendaraan ditargetkan mulai 2027.
Subsidiari General Motors, GM Defense, memamerkan konsep kendaraan tak berawak berbasis pikap heavy duty di ajang Association of the United States Army (AUSA) Annual Meeting and Exposition. Konsep ini dibangun di atas arsitektur skateboard Chevrolet Silverado 3500HD dual-rear-wheel, bukan platform militer khusus yang dikembangkan dari nol.
Pendekatan ini sengaja dipilih GM Defense. Alih-alih merancang kendaraan tempur dari awal, perusahaan memanfaatkan lini produksi, rantai pasok, dan skala manufaktur GM yang sudah mapan untuk mempercepat pengiriman kemampuan ke medan operasi.
Berbeda dari Silverado HD versi sipil yang masih mengandalkan mesin diesel, konsep UGV ini memakai sistem penyimpanan energi isi ulang berkapasitas 100 kWh. Motor listrik dipilih karena menghasilkan operasi senyap, faktor krusial untuk misi logistik di area yang membutuhkan tingkat kerahasiaan tinggi.
Kemampuan angkut kendaraan ini mencapai 8.000 pon atau sekitar 3.628 kilogram. Sistem kemudi menggunakan kontrol drive-by-wire tanpa sambungan mekanis langsung antara roda kemudi dan roda, membuka jalan bagi operasi tanpa awak sepenuhnya.
Otak penggerak otonom kendaraan ini disediakan Scout AI melalui platform Gx Ground Agent. Konsep tersebut juga dilengkapi antarmuka terbuka untuk muatan modular, sehingga konfigurasi perangkat bisa disesuaikan dengan kebutuhan misi tertentu.
Untuk keperluan pertahanan, GM Defense menyematkan senjata laser anti-drone Locust X3 dan sensor deteksi drone akustik Squarehead Discovair G2+. Kombinasi ini menunjukkan konsep UGV tidak hanya berfungsi sebagai pengangkut logistik, tetapi juga platform pertahanan bergerak.
Selain konsep UGV, GM Defense menyatakan kesiapannya memasok hampir 12.000 unit Infantry Squad Vehicle (ISV) ke Angkatan Darat AS seiring pertumbuhan kebutuhan. ISV dibangun di atas platform Chevrolet Colorado ZR2 dan mengandalkan banyak komponen rakitan produksi massal.
Dapur pacunya memakai mesin Duramax turbodiesel empat silinder 2,8 liter. Perangkat peredam Multimatic DSSV dipasang untuk meredam guncangan di medan off-road berat. Sudut pendekatan mencapai 46,1 derajat dan sudut keberangkatan 42 derajat.
Varian yang mampu mengangkut lima tentara ini direncanakan bertugas di 39 brigade mobile aktif dan Garda Nasional. General Motors sendiri memenangi kontrak senilai 214,3 juta dolar AS pada 2020 untuk memproduksi 2.065 unit ISV tahap awal.
GM Defense menargetkan uji fungsi model konsep UGV pada 2027. Sebelum tahap itu, perusahaan masih perlu memastikan integrasi sistem otonom Scout AI dengan arsitektur kendaraan berjalan sesuai standar operasional militer.
Steve duMont, presiden GM Defense, menyatakan perusahaan tidak memulai dari kertas kosong. "Dengan mentransfer keunggulan rekayasa, rantai pasok, dan skala manufaktur GM langsung ke personel militer, kami mengubah kebutuhan pelanggan menjadi kemampuan siap misi lebih cepat dari sebelumnya," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Sejauh ini belum ada keterangan mengenai jadwal produksi massal atau nilai kontrak potensial untuk UGV. Yang jelas, GM Defense memposisikan diri sebagai pemain yang memanfaatkan lini kendaraan sipil untuk mempercepat pengembangan armada otonom militer.