BANDAR LAMPUNG — Percepatan pembenahan RSUDAM tidak bisa hanya bertumpu pada perbaikan sistem dan manajemen. Lukman Pura menekankan bahwa tenaga kesehatan, pelaksana teknis, hingga jajaran manajerial harus bergerak dalam satu arah untuk menaikkan mutu pelayanan yang dirasakan langsung masyarakat.
Menurut Lukman, solidaritas antarpegawai menjadi modal yang sama pentingnya dengan pembenahan prosedur. Tanpa kekompakan lintas unit, berbagai perbaikan yang direncanakan berisiko berjalan setengah hati.
Salah satu agenda yang paling disorot dalam apel tersebut adalah revitalisasi tata kelola dan tim remunerasi RSUDAM. Langkah ini diarahkan agar sistem remunerasi berjalan lebih transparan, akuntabel, dan adil bagi seluruh pegawai sesuai ketentuan yang berlaku.
Lukman menyampaikan bahwa remunerasi dijadwalkan segera dikeluarkan pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kepastian jadwal itu menjadi sinyal awal bahwa persoalan kesejahteraan pegawai mendapat porsi perhatian serius di kepemimpinannya.
Selain remunerasi, RSUDAM memperkuat Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS). Penguatan sistem ini diharapkan meningkatkan integrasi data antarunit sehingga pelayanan, administrasi, dan pengambilan keputusan berlangsung lebih efektif serta akuntabel.
Pembenahan juga menyasar Instalasi Jaminan Kesehatan Pelayanan, terutama pada proses grouping, coding, dan administrasi klaim jaminan kesehatan. Perbaikan aspek tersebut diarahkan untuk meningkatkan ketepatan dan kelengkapan dokumen sekaligus memperkuat efektivitas pengelolaan klaim.
Di bidang kefarmasian, Lukman menekankan pentingnya pembenahan tata kelola Instalasi Farmasi di seluruh depo RSUDAM. Cakupannya meliputi ketertiban administrasi, ketersediaan obat, efektivitas distribusi, serta peningkatan mutu pelayanan kefarmasian kepada pasien.
Seluruh pembenahan itu, menurut Lukman, harus berjalan beriringan dengan penguatan solidaritas dan sinergi lintas unit. Kolaborasi dinilai menjadi modal penting untuk menaikkan produktivitas pegawai, menjaga kualitas pelayanan, dan membangun kembali kepercayaan pasien.
Pemulihan citra dan kepercayaan masyarakat menjadi target lain yang dikejar RSUDAM. Perbaikan dilakukan menyeluruh, mulai dari sisi pelayanan, tata kelola, infrastruktur, hingga komunikasi kepada publik.
Perbaikan infrastruktur menyentuh pintu masuk rumah sakit, Instalasi Gawat Darurat (IGD), layanan rawat jalan, hingga rawat inap. Area dan fasilitas itu dinilai penting karena membentuk pengalaman awal masyarakat saat mengakses layanan rumah sakit.
Karena itu, pembenahan tidak hanya menyasar kondisi fisik bangunan. Kejelasan alur pelayanan, kemudahan memperoleh informasi, akses pasien, dan peningkatan pengalaman masyarakat sejak pertama datang hingga mendapat pelayanan turut menjadi bagian agenda.
Lukman juga menyoroti pentingnya dukungan kepada seluruh tenaga kesehatan. Kekompakan, solidaritas, dan semangat kerja perlu terus dijaga agar tercipta lingkungan kerja yang kondusif, sehingga tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan secara optimal.
Peningkatan kualitas pelayanan diharapkan mendorong kenaikan kunjungan pasien dan pendapatan rumah sakit. Dengan dukungan finansial yang lebih kuat, RSUDAM dinilai lebih mampu menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat Provinsi Lampung.
Melalui berbagai agenda tersebut, Lukman mengajak seluruh civitas hospitalis RSUDAM memperkuat fondasi tata kelola rumah sakit yang profesional. Jajaran rumah sakit juga didorong mengoptimalkan pengelolaan pendapatan serta membangun kembali kepercayaan masyarakat lewat pelayanan yang konsisten.
Apel Senin perdana itu menjadi momentum bagi seluruh jajaran RSUDAM untuk menyatukan langkah. Dengan kolaborasi seluruh unsur rumah sakit, berbagai agenda perbaikan diharapkan menghasilkan perubahan nyata bagi layanan kesehatan masyarakat Provinsi Lampung.