Anak Macan Lolos Kualifikasi Oscar 2027, Indonesia Kirim Dua Film

Penulis: Ferdian Syah  •  Kamis, 08 Oktober 2026 | 15:05:01 WIB
Film pendek Anak Macan karya Amar Haikal lolos kualifikasi Oscar 2027 kategori Best Live Action Short Film.

LAMPUNG — Film pendek Anak Macan (My Plastic Mother) karya sutradara Amar Haikal resmi mendaftar ke Academy Awards ke-99 atau Piala Oscar 2027 untuk kategori Best Live Action Short Film. Tiket kelayakan itu didapat setelah film tersebut menang Best International Short Film di Flickerfest International Short Film Festival ke-35 di Sydney, Australia, awal 2026. Dengan langkah ini, Indonesia tercatat mengirim dua judul ke ajang film tertinggi dunia tersebut.

Kemenangan di Flickerfest menjadi kunci. Festival itu masuk daftar ajang yang diakui Academy Awards dan digelar dalam rentang periode kelayakan, yakni setahun sebelum pendaftaran ditutup pada September 2026.

Bagi Amar, pencapaian ini bukan sekadar soal kompetisi. Ia menyebut filmnya sebagai cara memperlihatkan sisi lain dari persoalan yang jarang dibahas di layar lebar Indonesia.

Kisah di Balik Gunung Sampah Bantargebang

Anak Macan mengikuti Eki, seorang bocah yang tinggal di tempat pembuangan akhir sampah Bantargebang. Eki menghadapi dilema ketika mendapat tugas membawa barang kesukaan ibunya untuk perayaan Hari Ibu di sekolah, sementara ia sudah lama tak memiliki ibu.

Latar Bantargebang bukan pilihan acak. Amar mengaku sudah mengenal kawasan itu sejak 2021, ketika ia dan timnya syuting dokumenter di sana.

"Kami memutuskan buat menceritakan tentang kehidupan di Bantargebang, khususnya tentang anak yang tinggal di sana. Sebelumnya kami juga sudah melakukan syuting dokumenter 2021 di Bantargebang dan di situ banyak sekali cerita yang kami dapat," ungkap Amar.

Naskahnya sendiri berakar dari pengalaman pribadi. Amar, yang baru lulus dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ), merangkum kisah masa kecilnya menjadi tugas akhir bersama teman-temannya, dibimbing sutradara Riri Riza.

"Sebetulnya mungkin bagian besar dari cerita Anak Macan itu adalah kayak pengalaman masa kecil," kenang Amar. "Banyak sekali momen-momen di masa sekolah itu yang sebetulnya core memory buatku."

"Karena aku dihadapi oleh kenyataan dan dipaksa mengaku sebetulnya, bahwa aku tidak begitu mengenal atau bahkan tidak ingat ibuku tuh seperti apa orangnya," lanjutnya.

Pesan soal Konsumerisme dan Kerinduan

Dalam pernyataannya kepada CNNIndonesia.com, Amar menjelaskan bahwa film ini menyoroti dua hal sekaligus: dampak budaya konsumerisme dan kerinduan seorang anak terhadap ibunya.

"Anak Macan (My Plastic Mother) bertujuan untuk memperlihatkan konsekuensi dari budaya konsumerisme kita dalam bentuk gunung sampah raksasa yang longsornya menimbun sebuah pemakaman," kata Amar.

"Namun, lebih dari itu, film ini adalah sebuah kisah tentang kerinduan, keinginan, dan penemuan diri yang dimaknai melalui keinginan murni seorang anak untuk memiliki dan mengenali ibunya," lanjutnya.

Ia menyebut kelayakan di Oscar 2027 sebagai kehormatan besar, terutama karena filmnya bisa bertemu penonton di berbagai festival internasional.

"Memenuhi syarat untuk dipertimbangkan di Oscars 2027 serta memiliki kesempatan untuk bertemu dengan banyak penonton sepanjang perjalanan festival ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan yang luar biasa."

Jejak Festival Sebelum Oscar

Sebelum mendaftar ke kategori Live Action Short Film, Anak Macan sudah berkompetisi di sejumlah festival yang diakui Academy. Selain menang di Flickerfest Australia, film ini tayang di Leeds International Film Festival (Inggris), Beirut International Short Film Festival/Beirut Shorts (Lebanon), Holly Shorts Film Festival dan Atlanta Film Festival (Amerika Serikat), Clermont-Ferrand International Short Film Festival Market (Prancis), serta Singapore International Film Festival.

Dengan masuknya Anak Macan, Indonesia kini punya dua wakil di Oscar 2027. Sebelumnya, Empat Musim Pertiwi (Four Seasons in Java) resmi ditunjuk Komite Seleksi Oscar sebagai wakil Indonesia di kategori Best International Feature Film.

Dua jalur berbeda, satu panggung yang sama. Bagi industri film Indonesia, kehadiran di kategori pendek dan fitur sekaligus menandai langkah yang jarang terjadi dalam satu siklus Oscar.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top