Tiongkok-Indonesia Buka Peluang Investasi Dua Arah Lewat Inisiatif "Dua Negara, Taman Kembar" di CIFIT ke-26

Penulis: Khairul Anwar  •  Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:01:02 WIB
Paviliun Indonesia di CIFIT ke-26 menempati aula bersama pameran "Dua Negara, Taman Kembar".

FUZHOU — Zona pameran khusus, matchmaking investasi terarah, dan sejumlah proyek baru yang ditandatangani mewarnai keikutsertaan Indonesia dalam CIFIT ke-26. Pameran "Dua Negara, Taman Kembar" diselenggarakan bersama oleh Zona Fungsional Yuanhong di Fuzhou dan Kawasan Industri Batang di Indonesia, menempati aula yang sama dengan paviliun nasional Indonesia.

Peningkatan luas paviliun Indonesia menjadi 12.000 meter persegi menandai peralihan kerja sama industri kedua negara dari kesepakatan sporadis dan sekali jalan menjadi klaster terintegrasi.

Fujian-Indonesia: Mitra Dagang Terbesar di ASEAN

Indonesia telah menjadi mitra dagang terbesar bagi Provinsi Fujian di ASEAN sekaligus tujuan utama investasi luar negeri provinsi tersebut. Ekspor ke dan investasi langsung di Indonesia meningkat selama tiga tahun berturut-turut sejak 2023.

Perdagangan bilateral Fujian-Indonesia pada Januari hingga Juli 2026 mencapai 74,8 miliar yuan atau sekitar 10,5 miliar dolar AS, naik 11,9 persen secara tahunan. Angka itu mencakup hampir sepertiga dari total perdagangan Fujian dengan ASEAN.

Ling Ji: Model "Dua Taman, Dua Pengelolaan" Jadi Pelopor

Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Ling Ji menyatakan Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar bagi Indonesia sekaligus sumber investasi utama. Sejak program TCTP diluncurkan, kedua pihak berpegang pada prinsip konsultasi ekstensif, kontribusi bersama, dan manfaat bersama.

"Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar bagi Indonesia sekaligus sumber investasi utama," ujar Ling Ji dalam pameran tersebut.

Ling menyebut model tersebut memelopori apa yang disebutnya sebagai "dua taman, dua pengelolaan, dua rencana, dukungan dua arah, dan investasi dua arah."

200 Perwakilan Hadiri Konferensi Promosi Investasi

Sekitar 200 perwakilan dari lembaga pemerintah, institusi keuangan, asosiasi bisnis, kawasan industri, dan perusahaan dari kedua negara menghadiri konferensi promosi investasi TCTP pada 9 September. Para peserta menyampaikan bahwa pemimpin industri Tiongkok memanfaatkan kawasan-kawasan tersebut untuk menggali pasar Indonesia lebih mendalam, sementara sumber daya dan modal dari Indonesia terus mengalir ke Tiongkok.

Wakil Direktur Komite Pengelola Zona Fungsional Yuanhong di Kawasan Baru Fuzhou, Zhong Jiangwei, menuturkan kedua pihak telah membangun skema pembagian kerja. Produk pertanian dan perikanan asal Indonesia menjalani pemrosesan awal di dalam negeri, kemudian dikirim ke kawasan industri Yuanhong untuk pengolahan lebih lanjut. Barang manufaktur Tiongkok dan produk sumber daya Indonesia diperdagangkan dua arah secara stabil dan rutin.

"Kerja sama mendalam semacam ini akan sangat mendorong komplementaritas, berbagi sumber daya, dan hasil yang saling menguntungkan bagi kedua pihak," tutur Zhong.

Fuhua Pilih Semarang, Mulai Produksi Tahap Pertama 2025

Chairman Fuhua (Indonesia) Textile, Zheng Chunguang, memaparkan tiga alasan perusahaannya memilih Semarang. Pertama, lingkungan kelembagaan untuk konektivitas industri, jaringan infrastruktur, serta kebijakan saling menguntungkan yang diciptakan kawasan TCTP. Kedua, kelangkaan kain rajut elastis fungsional kelas atas yang telah berlangsung lama di Indonesia. Ketiga, akar komunitas diaspora Tionghoa yang telah lama ada.

Fuhua melakukan survei lokasi dan membeli lahan pada 2023, mengawali pembangunan pada 2024, dan memulai produksi tahap pertama pada 2025. Menurut Zheng, tahap pertama berjalan stabil, sementara tahap kedua dan ketiga sudah dalam perencanaan.

Klaster Kelapa: Bahan Baku Indonesia, Olahan Yuanhong, Pasar Global

General Manager Fujian Miaotianhui Food Co., Lin Zhengrong, menyebut musim panas merupakan musim puncak industri minuman dengan produksi dan penjualan meningkat pesat. Perusahaannya bersama perusahaan lain membangun klaster industri kelapa lengkap, menghasilkan serpih kelapa, santan, air kelapa, dan minyak kelapa.

"Musim panas merupakan musim puncak bagi industri minuman, produksi dan penjualan sama-sama meningkat pesat," tutur Lin.

Model "bahan baku Indonesia ditambah pengolahan mendalam Yuanhong ditambah pasar global" meningkatkan nilai produk pertanian Indonesia sekaligus menjamin pasokan stabil dan berkualitas tinggi bagi produsen Tiongkok.

Anjoy Foods-Salim Group Bangun Basis Makanan Beku

Kesepakatan menyusul di meja penandatanganan pameran. Anjoy Foods Group menandatangani perjanjian usaha patungan dengan Salim Group asal Indonesia untuk membangun basis produksi makanan beku di Indonesia. Kerja sama itu memadukan teknologi, merek, dan standar operasional Anjoy dengan jaringan distribusi serta keahlian Salim Group di pasar domestik.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: web.lintaslampung.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top