Dinas Pangan Lampung Bagikan 1.000 Bibit Cabai Gratis di Setiap Bazar Gerakan Pangan Murah, Target Tekan Inflasi Volatile Food

Penulis: Syaiful Bahri  •  Rabu, 02 September 2026 | 23:49:31 WIB
Dinas KPTPH Lampung membagikan 1.000 bibit cabai gratis kepada masyarakat dalam setiap gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM) di Bandarlampung, Rabu (tanggal).

Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung telah mendistribusikan total 1.000 bibit cabai kepada masyarakat dalam setiap gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM). Pembagian gratis ini menjadi salah satu jurus pemerintah daerah menekan laju inflasi dari komoditas pangan bergejolak atau volatile food yang selama ini paling besar disumbang harga cabai dan bawang.

BANDARLAMPUNG — Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung menyatakan total bibit cabai yang telah dibagikan dalam setiap kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) mencapai 1.000 bibit. Langkah ini diambil untuk menekan andil inflasi dari kelompok volatile food yang kerap berfluktuasi di pasar.

"Dalam penyediaannya kami bekerjasama dengan Komunitas Ayo Menanam Indonesia," ujar Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan KPTPH Provinsi Lampung Ely Nuratni Sari di Bandarlampung, Rabu.

Mengapa Bibit Cabai, Bukan Sembako Biasa?

Berbeda dari bazar pangan murah pada umumnya yang hanya menjual kebutuhan pokok bersubsidi, kegiatan ini menyisipkan edukasi pertanian perkotaan. Masyarakat yang datang tidak hanya membeli beras atau minyak goreng murah, tetapi juga dibekali bibit untuk ditanam mandiri di pekarangan rumah.

Ely menjelaskan, harapan dari pembagian bibit gratis ini adalah masyarakat mampu memenuhi kebutuhan cabai rumah tangganya sendiri. Jika pola ini berhasil, ketergantungan terhadap pasokan pasar akan berkurang dan tekanan harga cabai di tingkat konsumen bisa diredam.

Bantuan dari TP PKK dan Berbagai Pihak Turun Tangan

Ely menambahkan, selain alokasi dari dinas, terdapat pula kegiatan pemberian bibit cabai gratis yang berkolaborasi dengan TP PKK Lampung beserta berbagai pihak lainnya. Namun, angka 1.000 bibit tersebut merupakan jumlah khusus yang dibagikan dari alokasi KPTPH pada setiap agenda GPM.

Andil Inflasi Cabai dan Bawang Masih Dominan

Langkah ini sejalan dengan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung yang menempatkan inflasi tahunan Agustus 2026 di angka 3,53 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi tahunan dengan andil sebesar 1,23 persen.

"Ini bisa mengurangi juga inflasi kita, karena diketahui andil inflasi dari komoditas itu paling banyak dari cabai dan bawang. Harapannya supaya masyarakat bisa menanam, jadi kebutuhan di rumah tangga bisa dia peroleh sendiri, serta diproduksi sendiri," tambah Ely.

Arah Baru Gerakan Pengendalian Inflasi

Pembagian bibit di tengah bazar pangan murah menandai pergeseran pendekatan pengendalian inflasi, dari yang semula sekadar intervensi pasar menjadi upaya membangun kemandirian pangan rumah tangga. Warga yang menerima bibit diimbau untuk merawat tanaman tersebut agar produktivitas pekarangan dapat berkelanjutan.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top