BANDAR LAMPUNG — Bantuan beras tersebut menyasar keluarga penerima manfaat di lima kecamatan yang paling terdampak kondisi kemarau. Setiap KPM menerima 30 kilogram beras yang dialokasikan untuk kebutuhan tiga bulan, atau rata-rata 10 kilogram per bulan.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyebut bantuan ini berasal dari pemerintah pusat dan menjadi bagian dari percepatan distribusi pangan di masa sulit. "Alhamdulillah, kita mendapatkan bantuan beras dari pemerintah pusat. Masing-masing keluarga mendapatkan 30 kilogram untuk tiga bulan," kata Eva Dwiana.
Dengan alokasi 30 kilogram per keluarga, pemerintah berharap kebutuhan pokok rumah tangga tetap tercukupi selama periode kemarau yang masih berlangsung. Angka itu juga dimaksudkan untuk mengurangi pengeluaran harian warga yang terdampak.
Kemarau berkepanjangan yang melanda Bandar Lampung dan sekitarnya menjadi alasan utama penyaluran bantuan dipercepat. Kondisi cuaca yang belum normal dikhawatirkan memengaruhi ketersediaan pangan dan menaikkan beban ekonomi rumah tangga.
Pemkot menilai momentum distribusi ini tepat karena warga masih menghadapi tekanan dari musim kemarau. Dengan sebagian kebutuhan pangan ditopang bantuan, anggaran keluarga bisa dialihkan untuk keperluan penting lainnya.
Eva Dwiana berharap beras yang diterima dimanfaatkan dengan bijak oleh setiap keluarga. "Kita berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Tentunya kita harus bersyukur karena bantuan ini sangat membantu masyarakat," ujarnya.
Pemkot juga menekankan pentingnya pendistribusian yang tepat sasaran agar bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan. Pendampingan dan pengawasan di lapangan terus dilakukan selama proses penyaluran berlangsung.
Program ini menjadi salah satu upaya menjaga ketahanan pangan tingkat keluarga sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah tantangan cuaca dan ekonomi.