BAKAUHENI — Ribuan mata tertuju ke puncak Menara Siger saat bendera Merah Putih dikibarkan di kawasan yang menghadap Selat Sunda itu. Upacara peringatan detik-detik Proklamasi berlangsung khidmat dengan diikuti unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, pelajar, serta masyarakat umum.
Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyebut pemilihan Menara Siger bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan simbol identitas daerah sekaligus wajah pertama yang dilihat pendatang dari Jawa setelah menyeberang.
"Ini adalah salah satu ikon kebanggaan masyarakat Lampung. Yang kedua, ini adalah simbol Kabupaten Lampung Selatan menjadi berandanya Pulau Sumatra," ujar Egi di sela perayaan, Senin.
Suasana peringatan tahun ini terasa berbeda dari biasanya. Saat proklamasi dibacakan, bunyi klakson kapal dibunyikan serentak dari Dermaga Eksekutif hingga Dermaga 7 Pelabuhan Bakauheni. Suara khas itu menciptakan atmosfer yang tidak ditemui di daerah lain.
Penampilan drumband, tari-tarian, pertunjukan musik, hingga aksi paramotor turut memeriahkan acara. Amphitheater Menara Siger yang biasanya menjadi tempat menikmati panorama Selat Sunda, kali ini berubah menjadi panggung semarak nuansa merah putih.
Egi menekankan bahwa Lampung Selatan memiliki keberagaman suku dan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas daerah. Menurutnya, kekuatan itu harus dijaga sekaligus dimanfaatkan untuk mendorong kemajuan.
"Pelangi tidak akan indah kalau hanya satu warna. Pelangi menjadi indah karena banyak warna. Karena itu, keragaman merupakan sebuah kekuatan besar yang bisa kita manfaatkan untuk kemajuan Kabupaten Lampung Selatan," katanya.
Semangat keberagaman itu diwujudkan lewat penampilan Tari Nusantara Memanggil. Tari kreasi tersebut menggambarkan rasa cinta tanah air sekaligus kebanggaan terhadap kekayaan adat dan budaya Indonesia.
Posisi Bakauheni sebagai pintu masuk dan keluar Pulau Sumatra melalui jalur penyeberangan Selat Sunda menjadikannya kawasan strategis. Daerah ini merepresentasikan wajah Lampung Selatan di mata masyarakat dari berbagai daerah.
Bagi pemerintah kabupaten, momentum peringatan kemerdekaan di Menara Siger menjadi kesempatan menunjukkan potensi alam, wisata, ekonomi, dan konektivitas yang terus berkembang. Dari gerbang selatan Sumatra, semangat kemerdekaan diharapkan menjadi pendorong kemajuan daerah di masa depan.