BANDAR LAMPUNG — Pasar emas di Lampung memasuki pekan baru dengan proyeksi harga yang masih bergerak fluktuatif. Berdasarkan pergerakan harga acuan Antam dan nilai tukar rupiah, harga emas batangan diprediksi menguat tipis, sementara harga emas perhiasan di sejumlah toko emas Bandar Lampung dan sekitarnya dibanderol lebih tinggi karena faktor ongkos pembuatan.
Untuk emas perhiasan 24 karat, proyeksi harganya berada di rentang Rp 2,65 juta hingga Rp 2,78 juta per gram. Adapun emas perhiasan 22 karat diperkirakan dijual di kisaran Rp 2,38 juta sampai Rp 2,55 juta per gram.
Kenaikan signifikan terjadi pada harga jual kembali atau buyback Antam yang naik Rp 50.000 per gram. Peningkatan buyback ini menjadi sinyal penguatan fundamental pasar emas domestik, bukan sekadar kenaikan harga jual semata.
Selisih antara harga jual dan buyback yang menyempit biasanya menandakan likuiditas pasar yang sehat. Bagi warga Lampung yang hendak menjual emas batangan, momentum ini dinilai cukup menguntungkan dibandingkan pekan sebelumnya.
Pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tetap menjadi variabel kunci yang menentukan harga emas di dalam negeri. Saat rupiah melemah, harga emas lokal otomatis ikut terangkat mengikuti laju kurs.
Di sisi lain, harga emas dunia yang stabil di atas level US$ 4.350 per troy ounce memberikan landasan kokoh bagi tren bullish jangka pendek. Kombinasi kedua faktor ini membuat harga emas di Lampung berpotensi bertahan di level tinggi sepanjang hari Senin.
Kendati tren menunjukkan penguatan, analis pasar memperkirakan konsolidasi atau koreksi tipis tetap terbuka pada awal pekan. Pergerakan yang terlalu cepat sering kali diikuti oleh fase stabilisasi harga.
Bagi konsumen di Lampung yang berencana membeli perhiasan, perlu mencermati perbedaan harga antartoko. Selisih harga bisa cukup besar karena setiap toko menerapkan ongkos pembuatan dan margin penjualan yang berbeda-beda.
Membandingkan harga di beberapa toko emas di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan menjadi langkah bijak sebelum memutuskan transaksi. Sementara untuk investor, mencermati pergerakan kurs rupiah pada sesi perdagangan Asia pagi hari bisa menjadi indikator awal arah harga.