Mesin Inline-6 18.000 RPM dari Honda Ini Jadi yang Terkecil di Kelasnya, Begini Kisahnya

Penulis: Syaiful Bahri  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 03:34:01 WIB
Honda RC166 dengan mesin inline-6 250cc berkapasitas 41,6 cc per silinder dipamerkan sebagai unit terkecil di kelasnya.

LAMPUNG — Kisah ini bermula dari ambisi Honda di ajang balap Grand Prix pada akhir 1960-an. Saat itu, motor dua-tak dari pabrikan asal Italia dan Jepang mulai mendominasi sirkuit. Honda, yang selama ini identik dengan mesin empat-tak, menolak menyerah begitu saja. Jawabannya bukan sekadar menyempurnakan mesin yang ada, melainkan menciptakan sesuatu yang belum pernah terpikirkan oleh pabrikan lain: sebuah mesin enam silinder segaris yang sangat kecil dan berputar sangat tinggi.

Enam Silinder Mungil yang Menantang Logika

Mesin yang dimaksud adalah unit 250cc enam silinder yang dipakai pada motor balap RC166. Kapasitas per silindernya hanya sekitar 41,6 cc — lebih kecil dari mesin gergaji mesin modern. Dengan enam piston mungil yang bergerak naik-turun secara bergantian, mesin ini mampu memproduksi tenaga yang luar biasa pada zamannya.

Yang lebih gila lagi adalah karakter putarannya. Mesin ini sanggup menyentuh 18.000 rpm, angka yang bahkan sulit dicapai oleh mesin mobil balap Formula 1 di era yang sama. Suara yang dihasilkan pun bukan seperti motor biasa; lebih mirip jeritan tinggi yang menusuk, khas mesin dengan banyak silinder dan langkah pendek.

Bukan Sekadar Gila, Tapi Terbukti Menang

Kegilaan teknis ini ternyata bukan proyek gagal. Honda RC166 berhasil memenangkan gelar juara dunia kelas 250cc pada 1966 dan 1967 bersama pembalap legendaris Mike Hailwood. Mesin ini juga sukses besar di kelas 350cc dengan versi kapasitas yang sedikit diperbesar.

Kemenangan ini membuktikan bahwa mesin empat-tak masih relevan di tengah gempuran teknologi dua-tak yang lebih sederhana dan ringan. Keunggulan mesin enam silinder terletak pada putaran mesin yang sangat halus dan tenaga puncak yang lebar, memungkinkan pembalap menjaga kecepatan tinggi di tikungan tanpa khawatir tenaga turun drastis.

Warisan yang Tak Pernah Terulang

Sayangnya, era kejayaan ini tidak bertahan lama. Perubahan regulasi balap dan biaya pengembangan yang sangat tinggi membuat Honda akhirnya beralih ke mesin dua-tak pada awal 1970-an. Proyek mesin inline-6 ini pun disimpan rapat sebagai salah satu pencapaian teknis paling ekstrem dalam sejarah otomotif.

Hingga hari ini, tidak ada pabrikan yang berani mengulang formula serupa untuk motor produksi massal. Mesin inline-6 pada motor tetap menjadi barang langka, dan RC166 tetap menjadi satu-satunya motor dengan enam silinder terkecil yang pernah dibuat. Ia bukan sekadar mesin, melainkan monumen keberanian Honda dalam menantang batas teknologi.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: jalopnik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top