LAMPUNG — Keputusan Neymar ini muncul tak lama setelah Tim Samba dipulangkan Norwegia dengan skor 1-2 pada 5 Juli lalu. Kekalahan itu sangat pahit karena Piala Dunia 2026 ditetapkan sebagai turnamen internasional terakhir bagi pemain berusia 34 tahun tersebut bersama Selecao.
Dilansir dari Marca, kapal pesiar yang dibeli Neymar bukanlah tipe biasa. Kapal ini dirancang di Brasil dan menawarkan struktur mewah dengan solusi teknis yang lebih khas dari sebuah kapal penjelajah.
Dengan luas 800 meter persegi dan panjang 37 meter, kapal ini memiliki enam suite besar, area sosial yang luas, hingga landasan helikopter. Kecepatannya mencapai 37 kilometer per jam. Bagian depan kapal langsung dicat dengan inisial NK, singkatan dari Neymar Junior.
Neymar menghabiskan masa jeda setelah Piala Dunia 2026 di atas kapal pesiar bernama 'Enejota' itu bersama orang-orang terdekatnya. Ia memilih mengasingkan diri dari hiruk-pikuk media sebelum kembali bergabung dengan latihan tim.
Momen paling emosional terjadi saat peluit panjang berbunyi. Kamera menyorot Neymar yang menangis tersedu-sedu di lapangan. Kekalahan itu menutup perjalanannya bersama Brasil tanpa satu pun gelar bergengsi di level internasional senior.
Piala Dunia 2026 memang menjadi dansa terakhir Neymar bersama Selecao. Artinya, ia menutup karier internasionalnya dengan status sebagai salah satu pemain terhebat yang tak pernah merasakan juara dunia.
Kapal pesiar senilai Rp423 miliar ini menjadi simbol pelarian dari tekanan psikologis yang luar biasa. Namun, di balik kemewahan itu, tersimpan luka mendalam seorang pemain yang gagal mengantar negaranya ke puncak sepak bola dunia.