LAMPUNG — Fenomena aki basah menggelembung memang lebih sering dikaitkan dengan sistem pengisian yang bermasalah. Namun, mekanik bengkel R59 Racing di Ciputat, Tangerang Selatan, Suryo, mengingatkan ada faktor lain yang tak kalah penting. "Selain sering overcharge, aki basah gembung juga disebabkan oleh panas. Kalau di motor atau mobil bisa dari panas mesin," buka Suryo kepada GridOto.com.
Paparan suhu tinggi secara terus-menerus membuat air aki menguap lebih cepat dari seharusnya. Ketika volume cairan elektrolit berkurang drastis, sel-sel timbal di dalam aki tidak lagi terendam sempurna. Akibatnya, pelat timbal yang terbuka akan mengalami sulfasi dan menghasilkan gas berlebih yang mendorong dinding casing aki hingga menggembung.
Pengalaman serupa diungkapkan oleh Mas Yo, pemilik mobil diesel yang kerap mendapati akinya bermasalah. "Saya perhatikan bagian aki basah di mobil saya itu yang sering terpapar panas mesin. Air akinya selalu kurang dan lama-lama jadi gembung," jelasnya. Ia menambahkan, setelah ditelusuri lebih lanjut, panas berlebih memang terbukti bisa membuat aki basah menggelembung meskipun sistem pengisian dalam kondisi normal.
Meski kasus ini lebih umum ditemukan pada mobil, pemilik motor bekas juga perlu waspada. Risiko semakin besar jika motor mengalami modifikasi, terutama pada bagian dudukan aki. Ketika aki dipindahkan atau dudukan aslinya diubah tanpa mempertimbangkan jarak aman dari mesin, sirkulasi udara di sekitar aki bisa terganggu dan panas dari mesin akan lebih mudah menjalar.
Pemilik motor modifikasi yang masih setia dengan aki basah disarankan untuk memeriksa kembali tata letak komponen kelistrikan ini. Pastikan ada celah yang cukup antara aki dan blok mesin, serta aliran udara di area tersebut tidak terhambat oleh cover atau bracket tambahan.
Aki yang menggembung akibat panas biasanya memiliki ciri fisik yang mirip dengan aki overcharge: casing terlihat membuncit tidak rata. Namun, perbedaannya, air aki akan cepat berkurang meskipun tegangan pengisian berada dalam batas wajar (13,8-14,4 volt). Jika dibiarkan, aki tidak hanya kehilangan performa tetapi berisiko bocor dan merusak komponen di sekitarnya.
Langkah pencegahan paling sederhana adalah memastikan aki tidak ditempatkan terlalu dekat dengan sumber panas. Gunakan pelindung panas atau heat shield jika posisi aki memang tidak bisa dijauhkan dari mesin. Selain itu, rutin memeriksa volume air aki setiap sebulan sekali tetap menjadi cara paling efektif untuk mendeteksi masalah lebih awal sebelum aki benar-benar gembung dan harus diganti.