BANDARLAMPUNG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung memastikan sektor jasa keuangan di daerah itu masih menunjukkan ketahanan kuat hingga Semester I-2026. Realisasi kredit perbankan yang mencapai Rp114,57 triliun dengan pertumbuhan 5,35 persen menjadi indikator utama resiliensi tersebut di tengah fluktuasi ekonomi global.
Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy, di Bandarlampung, Kamis, menyatakan bahwa kondisi ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
"Kondisi sektor jasa keuangan Lampung hingga Semester I-2026 tetap sehat, resilien, dan mampu menjaga fungsi intermediasi dengan baik," ujarnya.
Selain kredit, indikator penghimpunan dana masyarakat juga mencatatkan peningkatan signifikan sebesar 8,77 persen. Angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap perbankan di Lampung masih terjaga.
Otto menekankan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada stabilitas angka di atas kertas. OJK ingin memastikan sektor keuangan benar-benar hadir menyentuh kebutuhan warga.
"Fokus kami memastikan sektor jasa keuangan benar-benar hadir mendukung masyarakat, pelaku UMKM, dan mengakselerasi pembangunan daerah," kata dia menambahkan.
Untuk menjaga momentum ini, OJK Provinsi Lampung menetapkan tiga prioritas utama sepanjang tahun 2026. Pertama, penguatan ketahanan sektor jasa keuangan melalui peningkatan permodalan, tata kelola, dan pengawasan berbasis risiko.
Kedua, perluasan akses pembiayaan yang menyasar pelaku UMKM dan sektor prioritas nasional. Ketiga, pendalaman pasar keuangan untuk menciptakan sumber pembiayaan ekonomi yang lebih beragam dan efisien.
"Tiga fokus tersebut meliputi penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, perluasan akses pembiayaan UMKM, serta pendalaman pasar keuangan," kata Otto.
Perhatian khusus diberikan kepada UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Dengan akses pembiayaan yang lebih luas, diharapkan sektor usaha kecil mampu bertahan dan berkembang meski tekanan ekonomi global masih berlangsung.
Angka pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga yang positif menjadi sinyal bahwa sektor keuangan Lampung masih mampu menjalankan fungsi intermediasi. OJK berkomitmen menjaga tren ini agar dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat di lapangan.