PURBOLINGGO – Aksi protes kreatif sekaligus satir dilakukan warga Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur. Karena jenuh dengan kondisi jalan sepanjang 13 kilometer yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki, warga menyulap lubang jalan yang tergenang air menjadi wahana bermain bernama "Telaga Sewu".
Aksi yang lengkap dengan papan pengumuman Grand Opening ini viral di media sosial, memperlihatkan anak-anak hingga orang dewasa "menikmati" kubangan air yang menyerupai kolam di tengah jalan utama.
Suprayitno, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa masyarakat sudah mencapai titik jenuh. Menurutnya, akses jalan yang layak sangat krusial bagi urat nadi perekonomian, terutama untuk kelancaran distribusi barang.
“Kami sudah lama menunggu. Pernah dibangun, tapi baru tiga bulan sudah rusak lagi. Begitu terus polanya. Akhirnya masyarakat protes lewat media sosial agar diperhatikan,” ujar Suprayitno, Senin (16/2/2026).
Menanggapi viralnya aksi tersebut, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, langsung turun ke lokasi untuk memimpin aksi gotong royong penimbunan jalan secara darurat menggunakan batu dan alat berat.
| Langkah Penanganan | Detail Rencana |
|---|---|
| Langkah Darurat | Penimbunan lubang dengan batu dan pengerahan ekskavator. |
| Anggaran APBD 2026 | Alokasi dana sebesar Rp40 Miliar untuk perbaikan menyeluruh. |
| Evaluasi Regulasi | Pembahasan aturan tonase kendaraan melalui rapat koordinasi lintas pihak. |
| Sinergi Stakeholder | Kolaborasi dengan dunia usaha untuk pemeliharaan jalan kabupaten. |
Bupati Ela secara terbuka mengapresiasi kritik masyarakat melalui media sosial yang dianggapnya sebagai informasi lapangan yang akurat. Ia mengakui bahwa mobilitas kendaraan yang melebihi kapasitas (tonase) menjadi salah satu penyebab utama rusaknya infrastruktur jalan kabupaten.
“Apapun bentuknya, pemerintah tetap bertanggung jawab. Saya secara pribadi dan sebagai bupati meminta maaf kepada masyarakat Purbolinggo atas ketidaknyamanan ini. Di masa kepemimpinan saya, saya serius untuk pembangunan dan perbaikan permanen ini sudah masuk perencanaan,” tegas Ela Siti Nuryamah.
Ia menambahkan bahwa anggaran Rp40 miliar telah disiapkan untuk memastikan perbaikan tahun ini tidak lagi bersifat "tambal sulam", melainkan pembangunan jalan yang berkualitas dan tahan lama.