LAMPUNG — PlayStation tengah melakukan pembersihan katalog digitalnya. Sebanyak 13 game ditarik dari peredaran di PlayStation Store, dengan mayoritas judul berasal dari pengembang atau penerbit asal Ukraina.
Langkah ini dilakukan tanpa pengumuman publik sebelumnya. Para pemilik game yang sudah membeli judul tersebut otomatis kehilangan akses untuk mengunduh ulang, meski beberapa laporan menyebut progres dan trofi yang sudah diraih tetap tersimpan di akun.
Daftar Game yang Dihapus dan Kategorinya
Penghapusan ini tidak terjadi serentak dalam satu waktu. Sebagian game sudah hilang dari etalase sejak beberapa pekan terakhir, sementara sisanya baru menghilang dalam beberapa hari terakhir.
Beberapa judul yang ikut terdampak antara lain game bergenre horor, puzzle, dan petualangan indie. Namun sayangnya, Sony tidak merilis pernyataan resmi mengenai alasan spesifik di balik penarikan game-game tersebut.
Mengapa Game Asal Ukraina Menjadi Sasaran?
Sebagian besar game yang dihapus dikembangkan oleh studio asal Ukraina. Kondisi perang yang berkepanjangan di negara tersebut memang kerap mengganggu operasional pengembang, termasuk dalam hal pembaruan lisensi dan sertifikat distribusi.
Kontrak distribusi yang kedaluwarsa atau ketidakmampuan memperpanjang izin publikasi menjadi dugaan sementara yang paling masuk akal. Pola serupa juga pernah terjadi pada game-game indie dari wilayah konflik lain yang gagal memperbarui perjanjian dengan platform besar.
Bagi gamer Indonesia yang sudah membeli game tersebut, langkah yang bisa dilakukan saat ini adalah memeriksa library akun masing-masing. Jika judul yang dimiliki sudah hilang dari daftar unduhan, maka kemungkinan besar game tersebut masuk dalam daftar penghapusan.
Dampak ke Pemain dan Industri Game Indie
Penghapusan sepihak ini memicu kekhawatiran di kalangan komunitas gamer, terutama mereka yang mengoleksi game digital. Berbeda dengan fisik, game digital tidak bisa dijual kembali atau dipindah tangankan ketika layanan toko menariknya.
Bagi pengembang indie Ukraina, situasi ini menjadi pukulan tambahan di tengah tekanan perang. Kehilangan kanal distribusi digital berarti kehilangan pendapatan utama, apalagi jika game mereka tidak tersedia di platform lain seperti Steam atau Epic Games Store.
Belum ada konfirmasi apakah game yang dihapus akan kembali hadir di masa mendatang. Sampai saat ini, Sony juga belum membuka kanal kompensasi atau pengembalian dana untuk para pemain yang terdampak.
Meski begitu, para pengembang yang masih aktif biasanya akan merilis ulang game mereka melalui publisher baru. Pemain yang sudah terlanjur membeli disarankan memantau kanal resmi pengembang game masing-masing untuk mendapatkan informasi terbaru.