KALIANDA — Radityo Egi Pratama menilai Kadin memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun ekosistem dunia usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia pun meminta organisasi tersebut tidak hanya menjalankan fungsi kelembagaan, tetapi aktif memetakan kebutuhan warga dengan kepentingan perusahaan.
“Harapan saya, Kadin bisa menjadi mitra strategis pemerintah. Bagaimana kita melihat dan memetakan apa sebenarnya yang dibutuhkan masyarakat dengan perusahaan,” kata Radityo Egi Pratama di Kalianda, Sabtu.
Kadin Diminta Jadi Akselerator Ekonomi dan Investasi Jangka Panjang
Menurut bupati, Kadin perlu mengambil peran sebagai jembatan yang mempertemukan kepentingan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Dengan fungsi tersebut, kebutuhan masyarakat dan dunia usaha dapat dipetakan secara lebih baik, sedangkan peluang usaha dan investasi dapat diarahkan sesuai potensi serta kebutuhan daerah.
“Kadin harus bisa menjadi akselerator ekonomi. Kita punya visi dan rencana pembangunan, sehingga kita perlu melihat bagaimana pengembangan pelaku usaha untuk lima, sepuluh sampai lima belas tahun ke depan,” katanya.
Potensi UMKM, Pariwisata, hingga Industri Menanti Kolaborasi
Lampung Selatan memiliki beragam potensi ekonomi yang dapat dikembangkan bersama dunia usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata, industri hingga investasi. Karena itu, Kadin didorong aktif membuka jaringan dan mempertemukan pelaku usaha dengan peluang ekonomi yang ada.
“Kita ingin Kadin bisa membantu menjadi akselerator di pariwisata dan pengembangan UMKM, dan lainnya,” ujarnya.
Pemerintah daerah terus mendorong pengembangan kawasan yang memiliki potensi wisata dan ekonomi untuk meningkatkan kunjungan sekaligus menggerakkan aktivitas usaha masyarakat. Dalam ekosistem itu, keterlibatan dunia usaha dinilai penting, khususnya dalam mengembangkan UMKM yang menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata.
Sinergi HIPMI dan Apindo Diperkuat demi Iklim Usaha yang Saling Mendukung
Radityo juga mendorong sinergi antara berbagai organisasi dunia usaha, termasuk Kadin, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Kolaborasi antarpelaku usaha dinilai mampu memperkuat ekosistem ekonomi daerah apabila dibangun berdasarkan kebutuhan dan kepentingan bersama.
“Jadilah hubungan yang mutual. Kita harus sama-sama tahu kebutuhan dan keinginan masing-masing, sehingga kolaborasi ini bisa memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” ucapnya.
Investasi Dinilai dari Dampak pada Lapangan Kerja dan Ekonomi Warga
Selain pariwisata dan UMKM, bupati menekankan pentingnya peran dunia usaha dalam membuka serta mengembangkan investasi di Lampung Selatan. Pemerintah daerah membutuhkan mitra yang mampu menjembatani kepentingan investor dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah.
Investasi yang masuk, kata Egi, tidak hanya dinilai dari besaran modal yang ditanamkan, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan aktivitas ekonomi, membuka peluang usaha, memperluas lapangan kerja, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Penguatan kolaborasi dengan Kadin diharapkan menjadi bagian dari langkah bersama membangun ekosistem ekonomi Lampung Selatan yang lebih terbuka, produktif, dan berkelanjutan. Sinergi pemerintah dan dunia usaha diharapkan tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi mampu melahirkan kerja sama konkret yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.