JAKARTA — Jam tangan pintar atau smartwatch telah bertransformasi dari sekadar aksesori gaya menjadi kebutuhan harian bagi masyarakat perkotaan. Data platform riset pasar Markethac pada Maret menunjukkan, total nilai transaksi (GMV) pasar smartwatch di Indonesia mencapai Rp 1,26 triliun, dengan persaingan terketat terjadi di kelas harga menengah.
Huawei dan Garmin Kuasai 80 Persen Pasar Segmen Menengah
Persaingan di segmen harga Rp 2-3 juta memperlihatkan pola winner-takes-most. Berdasarkan data tersebut, segmen ini menyumbang 14,43 persen dari total GMV dan didominasi oleh dua pemain utama.
Huawei memimpin dengan pangsa pasar 44,77 persen dan penjualan mencapai 32.400 unit. Garmin menempel ketat di posisi kedua dengan pangsa 38,8 persen serta penjualan 26.800 unit, mengukuhkan posisinya di kalangan pengguna dengan kebutuhan olahraga dan aktivitas outdoor.
Gabungan keduanya menguasai lebih dari 80 persen pangsa pasar GMV di rentang harga tersebut. Merek lain seperti Xiaomi, Samsung, hingga Apple harus berebut sisa porsi pasar yang masing-masing berada di bawah 6 persen.
Fitur Kesehatan dan Kepraktisan Jadi Pemicu Utama
Peralihan dari jam konvensional ke smartwatch di Indonesia tidak lepas dari kebutuhan fungsional. Annisa Ayu (35), penerjemah yang berdomisili di Bekasi, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran perangkat ini dalam memantau aktivitas hariannya.
"Saya memilih menggunakan smartwatch karena dapat membantu memantau jumlah langkah kaki dan aktivitas harian," tuturnya kepada Xinhua di Jakarta pada Selasa (11/8).
Bagi pengguna transportasi umum seperti Nisa, kepraktisan menjadi kunci. Dia mengandalkan fitur media controller untuk mengatur musik tanpa harus mengeluarkan ponsel di tempat ramai, serta melihat notifikasi WhatsApp dan LINE secara cepat. Hal serupa diungkapkan Rai (31), karyawan swasta di Jakarta Selatan, yang menyebut daya baterai isi ulang dan konektivitas mulus dengan ponsel sebagai faktor penentu.
Pasar Global Tumbuh 4 Persen, Apple Masih Rajanya
Tren ini sejalan dengan pasar global. Laporan Counterpoint Research pada kuartal pertama 2026 mencatat pengiriman smartwatch di seluruh dunia tumbuh 4 persen secara tahunan (year on year).
Pertumbuhan tersebut didorong adopsi perangkat premium dengan kemampuan pelacakan kesehatan tingkat lanjut. Apple masih memimpin dengan pangsa pasar 23 persen, disusul Huawei dengan 17 persen melalui inovasi ekosistem dan varian produknya.
Bagi konsumen Indonesia, kombinasi harga, kelengkapan fitur, model, dan daya tahan baterai menjadi pertimbangan utama. Fitur alarm, pengingat aktivitas, dan target langkah harian telah menjadi bagian krusial dalam menunjang rutinitas harian pengguna selama sekitar delapan jam pemakaian per hari.