BANDAR LAMPUNG — Memasuki pekan kedua Agustus, sebagian besar kabupaten/kota di Lampung diprediksi menikmati langit cerah berawan. BMKG mencatat suhu terendah berada di angka 15 derajat Celcius yang menyelimuti kawasan Lampung Barat, sementara kelembapan udara tertinggi mencapai 97 persen di Tanggamus.
Kondisi ini sejalan dengan prospek iklim BMKG yang menegaskan bahwa Agustus 2026 merupakan periode puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Lampung. Meski begitu, potensi hujan lokal berskala ringan masih dapat terjadi di sejumlah titik, terutama di daerah topografi perbukitan seperti Tanggamus.
Wilayah dengan Suhu Ekstrem dan Kelembapan Rendah
Lampung Utara diprakirakan menjadi daerah paling panas hari ini dengan suhu mencapai 35 derajat Celcius. Sementara itu, tingkat kelembapan terendah tercatat di Way Kanan yang hanya menyentuh angka 40 persen, menandakan udara kering yang dominan.
Perbedaan suhu yang cukup tajam antara wilayah utara dan barat Lampung ini merupakan fenomena umum saat musim kemarau. Masyarakat di Lampung Barat yang berdekatan dengan kawasan pegunungan perlu mewaspadai udara dingin di pagi hari.
Potensi Hujan Lokal di Tanggamus
Berbeda dengan wilayah lain, Tanggamus justru berpeluang diguyur hujan ringan. Tingginya kelembapan udara di daerah tersebut menjadi pemicu utama terbentuknya awan hujan meski berada di tengah musim kemarau.
BMKG mengimbau warga Tanggamus yang beraktivitas di luar ruangan untuk tetap menyiapkan perlindungan dari hujan, seperti jas hujan atau payung, khususnya pada sore hingga menjelang malam hari.
Dampak Musim Kemarau bagi Aktivitas Warga
Kondisi cerah berawan yang mendominasi hampir seluruh wilayah Lampung memberikan dampak positif bagi aktivitas masyarakat, terutama untuk penjemuran hasil pertanian dan pekerjaan konstruksi. Namun, suhu tinggi yang disertai kelembapan rendah di sejumlah daerah juga meningkatkan risiko kebakaran lahan.
Masyarakat diimbau bijak menggunakan air bersih dan menghindari pembakaran lahan terbuka yang dapat memicu kabut asap. Pemantauan informasi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG tetap disarankan, mengingat dinamika atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.