SUKADANA — Tiga kelompok tani di Desa Bumi Harjo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur, kini bisa mengoperasikan pompa air untuk irigasi sawah tanpa bergantung pada bahan bakar minyak. Gapoktan Sri Rejeki 2, Gapoktan Maju Jaya, dan Gapoktan Mawar menjadi penerima manfaat program Listrik Masuk Sawah yang dihadirkan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Metro menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Infrastruktur Kelistrikan untuk Pompa Air Irigasi
PLN membangun Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 4 kilometer yang tersebar di kawasan persawahan Desa Bumi Harjo. Tiga gardu distribusi dengan kapasitas masing-masing 100 kVA juga dipasang untuk mendukung kebutuhan listrik para petani.
Kehadiran infrastruktur ini memungkinkan petani mengoperasikan pompa air secara lebih efisien, terutama saat musim kemarau. Sistem pengairan yang optimal diharapkan meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas lahan.
Peninjauan Langsung oleh Bupati Lampung Timur
Realisasi program tersebut ditinjau langsung oleh Bupati Lampung Timur Ella Siti Nuryamah. Turut hadir Kepala Dinas Pertanian Lampung Timur Eko, Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI Hermansyah, serta jajaran PLN UP3 Metro.
Manajer PLN UP3 Metro, Anas Febrian, mengatakan penyediaan listrik bagi sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendorong pemanfaatan energi listrik pada kegiatan produktif masyarakat.
Dukungan Ketahanan Pangan Menjelang HUT ke-81 RI
Program ini menjadi salah satu langkah strategis memperkuat ketahanan pangan di Lampung Timur. Dengan akses listrik yang memadai, para petani tidak lagi kesulitan mendapatkan pasokan air untuk lahan pertanian mereka.
Sebelumnya, petani di kawasan tersebut mengandalkan pompa berbahan bakar diesel yang biaya operasionalnya lebih tinggi. Kini, biaya irigasi bisa ditekan dan hasil panen berpotensi meningkat seiring frekuensi tanam yang lebih sering.