BANDAR LAMPUNG — Pembatalan sepihak yang sempat membuat pedagang buah kebingungan justru berujung pada gelombang solidaritas. Imam Mustofa, pedagang buah asal Kota Metro, Lampung, mengaku lega setelah 14 peti pisang cavendish yang nyaris menjadi kerugian berhasil ludes terjual.
Pesanan senilai sekitar Rp 2,1 juta itu awalnya dipesan untuk kebutuhan salah satu dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandar Lampung. Namun, pemesanan yang sudah dipastikan pada 30 Juli 2026 itu tiba-tiba dibatalkan setelah pisang dalam kondisi matang dan siap kirim.
Awal Mula Pembatalan Pesanan Pisang untuk MBG
Imam menuturkan, ia pertama kali dihubungi oleh seseorang bernama Effendi pada 29 Juli 2026. Saat itu, Effendi menanyakan ketersediaan pisang cavendish di tempatnya.
"Awalnya dia tanya ada stok pisang cavendish atau tidak. Besoknya dia memastikan pesan 14 peti dengan nilai sekitar Rp 2,1 juta," kata Imam saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (7/8/2026).
Setelah pesanan dipastikan, Imam segera menyiapkan pisang sesuai permintaan. Masalah muncul ketika pisang yang sudah matang tersebut batal diambil tanpa kejelasan, membuat stok yang ada terancam tidak layak jual.
Kronologi: Curhat di Threads Jadi Jalan Keluar
Tidak mendapatkan kepastian mengenai nasib pesanan, Imam memutuskan membagikan ceritanya di platform Threads. Ia tidak menyangka unggahan tersebut akan mendapat perhatian luas dari warganet.
Respons yang datang pun beragam. Sejumlah warganet menawarkan diri untuk membeli pisang tersebut, sementara sebagian lainnya meminta buah yang dibeli disumbangkan ke panti asuhan. Selain menjual melalui media sosial, Imam juga membawa sisa stok dan menawarkannya secara langsung ke sejumlah kantor di Bandar Lampung.
"Alhamdulillah setelah saya posting di Threads banyak yang membantu. Ada yang beli, ada juga yang minta disumbangkan ke panti asuhan. Sisanya saya antar sendiri ke kantor-kantor sampai akhirnya habis," ungkapnya.
Modal Kembali, Kerugian Berhasil Dihindari
Berkat bantuan tersebut, Imam terhindar dari potensi kerugian finansial yang cukup besar. Seluruh stok pisang cavendish yang sempat terancam mengalami penurunan kualitas akhirnya dapat terjual sebelum kondisinya tidak lagi layak dipasarkan.
Kejadian ini menjadi catatan tersendiri bagi para pelaku UMKM di Lampung mengenai pentingnya mitigasi risiko saat menerima pesanan dalam jumlah besar. Kepastian pembayaran atau uang muka bisa menjadi langkah pengaman agar kejadian serupa tidak kembali menimpa pedagang lain di kemudian hari.