BANDAR LAMPUNG — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa peluncuran Satelit Lampung-1 merupakan tindak lanjut konkret dari kerja sama sister province dengan Provinsi Shandong yang mulai dibangun sejak 2025. Program ini dirancang sebagai ekosistem teknologi jangka panjang, bukan sekadar akses data dari orbit.
“Yang kami bangun bukan sekadar akses terhadap data satelit. Ini adalah kerja sama jangka panjang untuk membangun kompetensi, mengembangkan aplikasi, dan menjadikan data sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih cepat dan lebih presisi,” ujar Rahmat di Bandarlampung, Rabu.
Data Satelit untuk Petani Singkong dan Mitigasi Bencana
Pemerintah daerah menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas utama. Teknologi ini akan digunakan untuk pemetaan lahan, pemantauan kondisi tanaman, identifikasi kekurangan air, hingga deteksi dini gangguan tanaman. Komoditas singkong disebut sudah masuk tahap eksplorasi pemanfaatan data satelit.
“Teknologi ini bukan menggantikan petani. Melainkan membantu petani dan pemerintah mengambil keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran,” kata dia.
Di luar pertanian, data dari Satelit Lampung-1 bakal dipakai untuk pengelolaan lingkungan, pemantauan wilayah pesisir dan kelautan, mitigasi banjir dan kekeringan, serta pemantauan perubahan tutupan lahan.
BRIN Dilibatkan agar Data Sesuai Standar Ilmiah
Agar hasil analisis bisa dipertanggungjawabkan, Pemprov Lampung akan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Proses pengolahan data akan melalui serangkaian tahapan, mulai dari kalibrasi, validasi kualitas, analisis, hingga penerjemahan menjadi informasi yang relevan untuk perencanaan pembangunan.
“Data satelit akan melalui proses pengolahan, kalibrasi, validasi kualitas, analisis, dan penerjemahan menjadi informasi yang relevan. Setelah proses tersebut, hasil analisis dapat dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Lampung sebagai salah satu sumber informasi untuk perencanaan, kebijakan, pelaksanaan program, dan evaluasi pembangunan,” jelas Rahmat.
Masih Tahap Validasi, Belum Beroperasi Penuh
Meski roket telah mencapai orbit, Satelit Lampung-1 belum bisa langsung digunakan secara optimal. Perangkat yang membawa kecerdasan artifisial (AI) untuk pemrosesan awal data di orbit ini masih menjalani pemeriksaan sistem, stabilisasi, kalibrasi sensor, dan pengujian muatan.
Gubernur mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak berhenti pada proses peluncuran. “Keberhasilan sesungguhnya bukan hanya ketika roket mencapai orbit, tetapi ketika teknologi yang dibawanya benar-benar membantu menyelesaikan tantangan pembangunan di daerah,” ujar dia.