NATAR — Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di tengah hiruk-pikuk aktivitas pedagang buah, lapak makanan, serta arus kendaraan yang melintas di kolong Flyover Pasar Natar. Momen ini sengaja dipilih bukan untuk sekadar berbeda, melainkan sebagai pengingat bahwa birokrasi harus bekerja dari realitas kehidupan warga.
Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa pelantikan ini bukan bentuk apresiasi atau penghargaan bagi para pejabat. Ia justru menekankan bahwa momen tersebut menjadi titik awal lahirnya tanggung jawab besar untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
"Tentu ini bukan hanya sebuah seremonial, jadi saya tidak ingin ini hanya menjadi sebuah apresiasi atau penghargaan, tapi juga melahirkan tanggung jawab, melahirkan kewajiban bagaimana kondisi riil di tengah-tengah masyarakat," kata Radityo Egi Pratama.
Simbol Birokrasi yang Turun ke Masyarakat
Pemilihan lokasi pelantikan di pusat keramaian pasar dinilai memiliki makna simbolis yang kuat. Para pejabat yang baru dilantik diharapkan tidak bekerja dari balik meja, melainkan mampu hadir dan memahami langsung denyut aktivitas ekonomi serta persoalan yang dihadapi warga sehari-hari.
Menurut Bupati Egi, seluruh penyelenggara pemerintahan—mulai dari kepala daerah, anggota DPRD, hingga pejabat perangkat daerah—memperoleh amanah dari masyarakat. Amanah tersebut dibawa dengan harapan mampu menghadirkan perubahan yang nyata bagi Kabupaten Lampung Selatan.
Hampir Seluruh Pejabat Merupakan Wajah Lama, Satu Posisi Diisi Orang Baru
Dari 12 pejabat yang kini resmi menduduki jabatan definitif, hampir semuanya sebelumnya telah mengemban tugas sebagai pelaksana tugas (Plt) di posisi yang sama. Prosesi pelantikan ini sekaligus mengukuhkan status mereka dari sebelumnya yang bersifat sementara menjadi definitif.
Pengecualian terjadi pada jabatan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Posisi tersebut menjadi satu-satunya formasi yang diisi oleh wajah baru dalam susunan pejabat yang dilantik kali ini.
Ekspektasi Besar Masyarakat Menanti Kerja Nyata
Bupati Lampung Selatan mengingatkan bahwa publik menaruh ekspektasi besar terhadap pemerintah. Harapan itu mencakup perbaikan taraf kehidupan, lingkungan sekitar, hingga masa depan Kabupaten Lampung Selatan secara keseluruhan.
Ia menilai seluruh jajaran yang telah dilantik harus mampu menerjemahkan amanah tersebut menjadi program dan kebijakan yang berdampak langsung. Pelantikan di kolong flyover menjadi pengingat visual bahwa pekerjaan rumah birokrasi berada di lapangan, bukan hanya di ruang rapat.