PADANG — Fenomena Sirkulasi Siklonik yang terpantau di Samudera Hindia memicu peningkatan pembentukan awan hujan intensif di sepanjang pesisir barat Sumatra. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dalam periode 3 hingga 5 Agustus 2026.
Peringatan dini ini merujuk pada informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dirilis melalui kanal resmi BPBD Sumbar. Wilayah yang masuk kategori waspada mencakup Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.
Wilayah Zona Oranye dan Potensi Dampaknya
Berdasarkan pemetaan infografis yang dirilis BPBD Sumbar, tingkat curah hujan di kabupaten/kota se-Sumatera Barat terbagi dalam tiga kategori kewaspadaan. Kategori hujan lebat atau zona oranye mencakup tujuh daerah dengan risiko dampak paling tinggi.
- Zona Oranye (Hujan Lebat): Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Pesisir Selatan.
- Zona Kuning (Hujan Sedang): Pasaman, Lima Puluh Kota, Tanah Datar, Sijunjung, dan Dharmasraya.
- Zona Hijau (Hujan Ringan): Kepulauan Mentawai.
Intensitas hujan tinggi di zona oranye berpotensi memicu banjir bandang di daerah aliran sungai serta tanah longsor di kawasan lereng perbukitan. Wilayah pesisir juga diingatkan terhadap potensi genangan akibat luapan air laut.
Imbauan untuk Warga di Kawasan Rawan
Sekretaris BPBD Sumbar, Ilham Wahab, menegaskan pentingnya langkah antisipasi guna meminimalisir risiko bencana. Perhatian khusus diberikan kepada masyarakat yang bermukim atau beraktivitas di bantaran sungai, lereng bukit, dan sepanjang garis pantai.
"Kami mengimbau agar masyarakat lebih waspada, sebab informasi dari BMKG daerah Sumbar masih ada potensi terjadi hujan sedang hingga lebat," ujar Ilham Wahab dalam keterangan resminya.
BPBD mengingatkan bahwa karakteristik hujan lebat di wilayah pesisir kerap datang secara tiba-tiba dengan durasi singkat namun intensitas sangat tinggi. Kondisi ini yang biasanya memicu genangan hingga tanah bergerak di permukiman padat penduduk.
Langkah Antisipasi yang Disarankan
Masyarakat diminta aktif memantau informasi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG dan BPBD setempat. Bagi warga yang tinggal di lereng atau dekat tebing, disarankan segera mengungsi sementara jika hujan deras berlangsung lebih dari satu jam.
BPBD Provinsi Sumatera Barat juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan penanggulangan bencana di lapangan. Posko siaga darurat akan diaktifkan jika intensitas hujan meningkat melebihi ambang batas normal.