MESUJI — Tim pemadam kebakaran Kabupaten Mesuji bergerak cepat setelah menerima laporan warga sekitar pukul 17.50 WIB. Personel tiba di lokasi pada pukul 18.16 WIB dan langsung melakukan penyekatan serta penyiraman untuk mencegah api merambat ke permukiman yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Mesuji, Ronal Nasution, mengatakan api mulai membesar saat pemilik rumah bernama Agus berupaya memadamkannya secara mandiri. Upaya tersebut belum membuahkan hasil karena hembusan angin mempercepat penjalaran api ke vegetasi kering.
"Namun, karena api terus membesar, bantuan dari petugas pemadam kebakaran akhirnya diperlukan," katanya, Jumat, 31 Juli 2026.
Pemicu Kebakaran: Tumpukan Sampah yang Ditinggalkan Masih Menyala
Hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan titik api berasal dari tumpukan sampah yang dibakar lalu ditinggalkan. Kondisi cuaca kemarau membuat semak belukar di sekitarnya mudah terbakar, sehingga api dengan cepat meluas sebelum sempat ditangani.
Ronal menegaskan bahwa praktik membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar sangat berbahaya, terutama di tengah musim kemarau seperti saat ini. Lahan yang kering membuat api mudah menyebar dan berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar.
Rekam Jejak Kebakaran di Mesuji: Bukan Kali Pertama
Peristiwa ini menambah daftar panjang kebakaran di Kabupaten Mesuji dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, kebakaran dilaporkan terjadi di Kecamatan Way Serdang yang menghanguskan kandang ayam, kemudian kebakaran lahan di Kecamatan Simpang Pematang, serta kebakaran semak belukar di Kecamatan Tanjung Raya.
Ronal mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan kebakaran tidak meluas ke area yang lebih luas.