LAMPUNG — Direktur Aset PTPN III Komjen Pol (Purn) Agung Setya Imam Effendi mengungkapkan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya antara holding BUMN perkebunan itu dengan Polri. Kamis (29/7/2026), ia menegaskan keamanan menjadi faktor fundamental untuk menjaga produktivitas perusahaan.
"Kami memandang keamanan sebagai faktor penting dalam mendukung produktivitas dan keberlangsungan usaha," ujar Agung dalam pernyataan resmi di Jakarta.
Potensi Gangguan di Lahan Seluas 1,2 Juta Hektare
PTPN Group diketahui mengelola perkebunan kelapa sawit, karet, tebu, dan teh yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Luasnya bentang lahan membuat perusahaan kerap menghadapi persoalan klasik seperti pencurian hasil panen, perambahan lahan, hingga konflik dengan masyarakat sekitar.
Sinergi dengan Baharkam Polri diharapkan mampu memperkuat sistem pengamanan internal yang selama ini berjalan. Agung menyebut kolaborasi ini juga bagian dari penguatan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan manajemen risiko perusahaan.
Bukan Sekadar Patroli, Ada Pelatihan dan Intelijen
Kerja sama ini tidak terbatas pada penyediaan personel di lapangan. Menurut sumber di internal PTPN, ruang lingkupnya mencakup pertukaran data intelijen, pelatihan pengamanan bagi petugas keamanan perusahaan, hingga pengamanan aset-aset vital yang berada di daerah rawan konflik.
Beberapa titik yang menjadi prioritas pengamanan antara lain pabrik pengolahan, gudang penyimpanan, dan area perkebunan inti yang memiliki nilai aset tinggi. PTPN Group mencatat total aset yang dikelola mencapai puluhan triliun rupiah.
Optimisme Iklim Usaha yang Kondusif
Agung menambahkan, dengan dukungan Baharkam Polri, pihaknya optimistis efektivitas pengamanan meningkat. "Kami berharap sinergi ini semakin kuat dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan, melindungi aset negara, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif," ujarnya.
Langkah ini juga dinilai strategis di tengah upaya pemerintah mendorong hilirisasi sektor perkebunan. Gangguan keamanan di hulu, seperti kebakaran lahan atau penjarahan, bisa mengganggu pasokan bahan baku industri pengolahan di hilir.
Ke depan, PTPN Group dan Baharkam Polri akan menyusun peta rawan dan jadwal patroli bersama secara berkala. Implementasi teknis di lapangan akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.