Pencarian

Sumur Warga di Perumahan Alam Asri Bandar Lampung Kering, 600 Jiwa Krisis Air Bersih

Rabu, 29 Juli 2026 • 08:18:31 WIB
Sumur Warga di Perumahan Alam Asri Bandar Lampung Kering, 600 Jiwa Krisis Air Bersih
Sumur warga di Perumahan Alam Asri, Bandar Lampung, mengering dan menyebabkan 600 jiwa mengalami krisis air bersih.

BANDAR LAMPUNG — Musim kemarau mulai menunjukkan dampak nyata di ibu kota Provinsi Lampung. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat sedikitnya 600 jiwa atau 150 kepala keluarga (KK) di Perumahan Alam Asri, RT 1, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, kini kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur yang menjadi sumber utama warga dilaporkan mengering total pada Sabtu (25/7/2026).

Enam Laporan Kekeringan, Dua Akibat Sumur Kering

Kepala Pusdalops BPBD Provinsi Lampung Muhammad Fareza Revanza mengatakan, kejadian di Kecamatan Panjang merupakan satu dari enam laporan kekeringan yang masuk sejak awal musim kemarau. "Untuk saat ini ada enam laporan kekeringan. Semuanya berasal dari Bandar Lampung. Empat laporan berkaitan dengan gangguan teknis layanan PDAM, sedangkan dua laporan lainnya disebabkan sumur warga mengering," kata Fareza kepada Kompas.com, Selasa (28/7/2026).

Sebelumnya, laporan serupa juga terjadi di Kelurahan Pahoman, Kecamatan Enggal, pada 5 Juni 2026. Saat itu, empat kepala keluarga atau 14 jiwa terdampak akibat sumur kering yang diperparah dengan tidak berfungsinya layanan air bersih di wilayah tersebut.

Potensi Meluas: Hampir Seluruh Lampung Rawan Kekeringan

Meski laporan baru hanya berasal dari Bandar Lampung, BPBD mengingatkan ancaman kekeringan berpotensi meluas. Berdasarkan peta Kajian Risiko Bencana (KRB) BPBD, hampir seluruh kabupaten dan kota di Lampung memiliki tingkat kerawanan kekeringan dengan kategori sedang hingga tinggi.

Fareza menyebutkan, tren musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September mendatang. Ia mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan apabila debit sumur terus menurun. "Kami mendapat informasi volume air sumur di beberapa wilayah mulai berkurang. Kemungkinan karena belum sampai benar-benar kering, sehingga belum ada laporan resmi yang masuk," ujarnya.

Langkah BPBD: Koordinasi dan Pemantauan Intensif

BPBD Provinsi Lampung terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan. Langkah penanganan juga disiapkan apabila dampak kekeringan semakin meluas. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai kejadian kekeringan dari kabupaten lain di luar Bandar Lampung, meskipun penurunan volume air sumur sudah mulai terdeteksi di sejumlah daerah.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks