BANDAR LAMPUNG — Harga cabai merah keriting di Lampung mencatat kenaikan tertinggi di antara 16 komoditas pantauan Kementerian Perdagangan pada Jumat (24/7/2026) pukul 15.54 WIB. Komoditas ini naik Rp500 menjadi Rp35.403 per kilogram dari posisi sebelumnya.
Cabai merah besar ikut merangkak naik 1,11 persen ke Rp35.103 per kg. Beras medium juga naik tipis 0,03 persen ke level Rp13.176 per kg. Sementara itu, beras premium masih bertahan di Rp14.687 per kg.
Bawang Merah dan Bawang Putih Kompak Turun
Tiga komoditas justru mencatatkan penurunan. Bawang merah menjadi yang paling tajam, turun Rp289 atau 0,88 persen, sehingga kini dibanderol Rp32.733 per kg. Bawang putih honan juga turun 0,29 persen menjadi Rp32.988 per kg.
Cabai rawit merah ikut menyusut 0,4 persen ke harga Rp41.400 per kg. Dengan demikian, cabai rawit merah masih menjadi yang termahal di antara jenis cabai lainnya di Lampung.
Daging Ayam dan Telur Ayam Masih Stabil
Sejumlah kebutuhan pokok lainnya tidak bergerak. Daging sapi paha belakang masih di angka Rp135.433 per kg, daging ayam ras Rp34.200 per kg, dan telur ayam ras Rp26.589 per kg. Minyak goreng sawit kemasan premium dan curah juga tak berubah, masing-masing Rp20.878 per liter dan Rp17.264 per liter.
Minyakita tetap Rp15.567 per liter, gula pasir curah Rp17.389 per kg, kedelai impor Rp13.167 per kg, dan tepung terigu Rp12.400 per kg. Dari 16 komoditas yang dipantau, sebanyak 10 komoditas tercatat stabil.
Dampak Kenaikan Bagi Warga dan Pedagang
Kenaikan harga cabai dan beras berpotensi menekan daya beli masyarakat, terutama di pasar tradisional. Seorang pedagang di Pasar Tamin Bandar Lampung mengaku kenaikan cabai merah keriting sudah terasa sejak dua hari terakhir dan mengurangi jumlah pembelian pelanggan.
Meski begitu, stok bahan pangan di Lampung dilaporkan masih aman. Pemerintah daerah diharapkan terus memantau distribusi agar lonjakan harga tidak berlarut-larut menjelang akhir pekan.