KALIANDA — Tawa dan sorak sorai mewarnai tepian Pantai Kalianda Bach, Kelurahan Wayurang, Kecamatan Kalianda, saat ratusan anggota Yayasan Peduli Abadi Nusantara (YPAN) Kabupaten Lampung Selatan memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Mereka datang dari berbagai wilayah di kabupaten setempat untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh keakraban.
Berbeda dari perayaan pada umumnya, momen ini dijadikan wahana untuk merawat kebersamaan antaranggota yang tersebar di 17 kecamatan. Sekitar 15 perlombaan sederhana digelar, mulai dari estafet tepung, estafet jepit terong, hingga injak balon.
Ketua YPAN Kabupaten Lampung Selatan, Ela Ratnasari, menyebut kegiatan ini tidak hanya untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Ada misi lain yang ingin dicapai, yakni memperkenalkan senam khas YPAN kepada masyarakat luas.
"Jumlah anggota kita ratusan dan tersebar di 17 kecamatan se-Lampung Selatan. Kegiatan ini selain untuk memeriahkan HUT RI, juga untuk memperkenalkan senam YPAN," ujar Ela di sela-sela acara.
Bagi YPAN, kemeriahan lomba hanyalah permukaan. Organisasi ini menaruh harapan besar agar keberadaannya bisa menjadi ruang saling menguatkan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat kepedulian itulah yang menjadi napas setiap kegiatan sosial yang dijalankan yayasan.
Ela menegaskan bahwa YPAN hadir untuk membantu dan melindungi masyarakat. Ketika ada warga yang menghadapi persoalan sosial, yayasan siap menjadi jembatan dengan memediasikan kebutuhan mereka kepada pihak-pihak yang bisa memberikan solusi.
"Tujuan YPAN sendiri untuk membantu dan melindungi masyarakat. Kalau ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, melalui YPAN kami bisa membantu memediasi," tuturnya.
Ke depannya, YPAN bertekad untuk semakin solid dan kompak. Ela berharap dukungan dari pemerintah setempat dapat mendorong kegiatan sosial yayasan menjangkau lebih banyak warga Lampung Selatan yang membutuhkan.
"Harapan kita YPAN semakin solid, kompak, berkembang lebih luas dan tentunya bermanfaat untuk masyarakat. Kami juga berharap mendapat dukungan dari pemerintah setempat," katanya.
Di bawah riuh rendah perlombaan, YPAN tengah menanam nilai yang lebih abadi dari sekadar kemeriahan sesaat. Kemerdekaan dimaknai sebagai momentum untuk saling menggenggam, membuka jalan bagi yang membutuhkan, dan menghadirkan manfaat di tengah masyarakat.
Dari Pantai Kalianda Bach, kebersamaan itu dirawat. Dari kebersamaan, kepedulian diharapkan tumbuh menjadi gerakan yang lebih luas di Bumi Khagom Mufakat.