BANDARLAMPUNG — Sebanyak 90 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PLN yang tersebar di 58 lokasi di Provinsi Lampung menjadi tulang punggung kepercayaan pengguna mobil listrik untuk bepergian jauh. General Manager PLN UID Lampung, Noer Soeratmoko, menyebut infrastruktur tersebut telah teruji dalam perhelatan 5th Anniversary KOLEKSI yang dirangkaikan dengan Touring Kemerdekaan Jakarta-Lampung pada 14–17 Agustus 2026.
“Touring ke Lampung ini menjadi edukasi nyata bahwa mobil listrik dapat diandalkan untuk perjalanan lintas provinsi. Di saat yang sama, kegiatan ini turut mengenalkan kekayaan destinasi wisata Lampung kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Noer dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung.
Perjalanan yang menempuh rute Jakarta-Lampung-Jakarta tersebut bukan sekadar perayaan ulang tahun komunitas. Rombongan KOLEKSI membuktikan bahwa kendaraan listrik mampu melibas medan lintas provinsi dengan nyaman tanpa hambatan berarti. Selama berada di Lampung, para peserta menyempatkan diri mengunjungi Pulau Pahawang dan Bukit Aslan.
Aktivitas transplantasi terumbu karang turut dilakukan sebagai wujud kepedulian komunitas terhadap kelestarian lingkungan bahari. Ketua Umum KOLEKSI, Arwani Hidayat, mengungkapkan bahwa dukungan fasilitas pengisian daya di sepanjang rute menjadi faktor krusial kelancaran acara.
“Touring Jakarta-Lampung ini membuktikan bahwa mobil listrik tangguh dan nyaman digunakan untuk perjalanan panjang. Dukungan SPKLU PLN di sepanjang rute membuat kami lebih mudah merencanakan pengisian daya,” kata Arwani.
Noer menjelaskan, penyebaran SPKLU tidak hanya terpusat di ruas jalan tol. Sejumlah titik pengisian daya juga telah dibangun di kawasan perkotaan dan lokasi destinasi wisata. Langkah ini diambil untuk menghilangkan kekhawatiran pengguna kendaraan listrik saat menjelajah objek wisata di Bumi Ruwa Jurai.
“Kami ingin pengguna kendaraan listrik semakin percaya diri menjelajahi Lampung. Dengan SPKLU yang tersebar di berbagai lokasi strategis, perjalanan menggunakan kendaraan listrik, termasuk untuk berwisata, semakin mudah dan nyaman,” tambah Noer.
Pengalaman touring tersebut diharapkan mampu menjadi pesan kuat kepada publik bahwa penggunaan mobil listrik tidak membatasi mobilitas. Arwani menambahkan, pihaknya ingin meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan.
Upaya mempercepat adopsi kendaraan listrik tidak hanya dilakukan lewat kampanye. Sejak awal 2026, PLN UID Lampung telah mengoperasikan mobil listrik sebagai kendaraan dinas operasional. Kebijakan ini dinilai lebih ramah lingkungan sekaligus memberikan efisiensi biaya bagi perusahaan.
“Kami mendorong penggunaan kendaraan listrik bukan hanya melalui kampanye, tetapi juga dengan memberikan contoh nyata bahwa mobil listrik mampu mendukung mobilitas sehari-hari secara andal,” jelas Noer.
Rangkaian acara Touring Kemerdekaan ditutup dengan partisipasi anggota KOLEKSI dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman PLN UID Lampung pada 17 Agustus 2026. Noer berharap kolaborasi ini terus berlanjut untuk memperluas edukasi dan mendorong pariwisata ramah lingkungan di Lampung.