BANDAR LAMPUNG — Aksi fogging menyasar hunian warga serta titik-titik terbuka yang berpotensi menjadi sarang jentik nyamuk. Petugas kesehatan menyisir lingkungan perumahan secara menyeluruh, bukan hanya area publik.
Lurah Gedong Meneng, Hery Wahyudi, mengapresiasi gerak cepat jajaran tenaga kesehatan yang turun langsung ke lapangan. Menurutnya, intervensi ini menjadi bentuk perhatian bersama dalam menjaga kesehatan warga sekaligus mengantisipasi meluasnya wabah DBD.
Hery menegaskan bahwa metode pengasapan tidak serta-merta menyelesaikan masalah DBD secara permanen. Metode ini hanya efektif untuk membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik dan telur nyamuk tetap bertahan di genangan air.
Karena itu, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan sanitasi menjadi kunci utama pencegahan dari hulu. Pemerintah kelurahan mengajak seluruh warga konsisten melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.
“Kami mengajak seluruh warga konsisten melakukan PSN melalui gerakan 3M Plus dan memastikan tidak ada wadah atau genangan air terbuka di sekitar rumah,” ujar Hery dalam keterangannya, Senin (24/8).
Gerakan 3M Plus meliputi menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air hujan. Adapun "Plus" mencakup tindakan tambahan seperti memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan losion anti nyamuk, dan memasang kawat kasa pada ventilasi.
Pemerintah kelurahan berharap penanganan lapangan yang dilakukan Puskesmas RBI berjalan beriringan dengan kesadaran sanitasi mandiri warga. Kombinasi keduanya dinilai mampu menciptakan lingkungan perumahan yang sehat, bersih, dan bebas dari ancaman DBD.
Kasus DBD di Bandar Lampung kerap meningkat saat musim hujan. Genangan air yang muncul setelah hujan menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak, sehingga kewaspadaan warga perlu ditingkatkan lebih awal.