Nirmal Purja Tewas di Broad Peak Pakistan, Rekor 14 Puncak Tertinggi Dunia Jadi Warisan Terakhir

Penulis: Ferdian Syah  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:27:16 WIB
Pendaki asal Nepal, Nirmal Purja, meninggal dunia setelah tertimpa longsoran salju di Broad Peak, Pakistan.

LAMPUNG — Jakarta – Dunia pendakian kehilangan salah satu tokoh terbesarnya. Nirmal Purja, mantan prajurit pasukan elite Inggris yang dikenal karena ketangguhannya di medan ekstrem, mengembuskan napas terakhir saat kembali melakukan aktivitas yang paling ia cintai. Rombongannya diterjang longsoran salju saat menuju puncak Broad Peak, gunung tertinggi ke-12 di dunia yang berada di perbatasan Pakistan-China.

Kabar duka ini mengejutkan komunitas pendaki global. Sosok yang selama ini nyaris tak terkalahkan di pegunungan Himalaya dan Karakoram justru berpulang ketika mencoba menaklukkan tantangan yang sama.

Dari Desa Chitwan ke Rekor Dunia yang Diakui Guinness World Records

Purja lahir di Desa Chitwan, Nepal, pada 25 Juli 1983. Sebelum dikenal sebagai pendaki profesional, ia mengabdi di Brigade Gurkha dan kemudian Pasukan Khusus Inggris. Pengalaman militernya membentuk fisik dan mentalnya yang tangguh, modal utama untuk bertahan di ketinggian ekstrem.

Namanya melambung pada 2019 ketika ia menyelesaikan proyek ambisius bernama Project Possible 14/7. Dalam enam bulan dan enam hari, Purja menaklukkan 14 puncak tertinggi di dunia yang semuanya berada di atas 8.000 meter. Rekor ini memecahkan rekor sebelumnya yang bertahan selama delapan tahun. Guinness World Records kemudian mengonfirmasi pencapaian tersebut.

Simbol Bahwa Keterbatasan Bukan Penghalang

Bagi banyak orang, Purja bukan sekadar pemegang rekor. Kisah hidupnya yang dimulai dari kesederhanaan menjadi inspirasi bahwa keterbatasan finansial dan geografis tidak menghalangi seseorang untuk bermimpi besar. Ia membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan tekad bisa membawa seseorang dari desa kecil menuju panggung dunia.

Kematian Purja di Broad Peak menjadi pengingat ironis bahwa gunung tidak pernah sepenuhnya bisa ditaklukkan. Bahkan pendaki terbaik sekalipun tetap berada dalam bayang-bayang risiko longsor, cuaca buruk, dan kondisi alam yang tak terduga. Broad Peak, dengan ketinggian 8.051 meter, memang dikenal memiliki medan yang berbahaya dan kerap menelan korban jiwa.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi jenazah Purja dari lokasi longsor masih menjadi perhatian utama tim penyelamat. Komunitas pendaki dunia pun memberikan penghormatan terakhir melalui media sosial, mengenang sosok yang telah mengubah cara dunia memandang pendakian gunung ekstrem.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top