5 Mahasiswa Unila Ciptakan Drone Biomimetik Berdesain Kumbang untuk Deteksi Penyakit Kopi, Inspeksi Cuma 15 Menit

Penulis: Ferdian Syah  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 20:11:01 WIB
Lima mahasiswa Universitas Lampung mengembangkan drone biomimetik berdesain kumbang yang mampu mendeteksi penyakit tanaman kopi secara real-time.

BANDARLAMPUNG — Lima mahasiswa lintas disiplin Universitas Lampung (Unila) menciptakan drone biomimetik berdesain kumbang yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi penyakit tanaman kopi secara real-time. Inovasi ini lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI) Unila 2026 dan bertujuan meningkatkan produktivitas kopi petani rakyat.

Tim Pengembang Drone Biomimetik Unila, Rafidto Farras Achdiar Azizul Haqqi, mengatakan drone ini berbeda dengan pesawat nirawak komersial pada umumnya. Desain biomimetik yang menyerupai kumbang memungkinkan drone bermanuver di bawah kanopi tanaman kopi yang rapat.

"Drone yang sedang kami kembangkan ini mampu bekerja secara real time, presisi, dan menjangkau area perkebunan yang sulit dijangkau drone konvensional," kata Rafidto di Bandarlampung, Jumat.

Bagaimana Drone Ini Bekerja?

Drone tersebut mengandalkan algoritma AI yang dipadukan dengan kamera untuk mengidentifikasi gejala penyakit tanaman. Hasil identifikasi kemudian dikirimkan melalui sistem Internet of Things (IoT) ke dashboard pemantauan dalam bentuk peta lokasi serangan hama dan penyakit secara presisi.

Proses inspeksi yang sebelumnya dilakukan secara manual dengan berjalan kaki berhari-hari di kawasan perbukitan kini bisa diselesaikan hanya dalam waktu sekitar 15 menit penerbangan drone. "Dampak paling signifikan yang langsung dirasakan petani adalah efisiensi waktu," ujar Rafidto.

Didanai Kemendiktisaintek Lewat PKM-KI

Inovasi berjudul "Inovasi Pesawat Nirawak Agen Cerdas Berdesain Kumbang sebagai Solusi Peningkatan Produktivitas Kopi bagi Petani Rakyat dan Industri Berkelanjutan di Indonesia" ini berhasil memperoleh pendanaan dari Kemendiktisaintek. Tim akan terus mengembangkan teknologi tersebut untuk kepentingan petani kopi di Lampung.

Rafidto menambahkan, timnya juga akan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penggunaan drone untuk mengukur efektivitas teknologi terhadap percepatan deteksi penyakit, efisiensi penggunaan pestisida, serta peningkatan produktivitas kebun kopi.

Provinsi Lampung merupakan salah satu sentra produksi kopi nasional, terutama kopi robusta. Inovasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan petani dalam mengelola perkebunan di area perbukitan yang sulit dijangkau.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: lampung.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top