BANDAR LAMPUNG — Ratusan mahasiswa dan pelaku UMKM berkolaborasi dalam sebuah expo yang digelar di Lapangan Basket Kampus IIB Darmajaya, Kamis (25/6). Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian bahwa generasi muda dan pengusaha lokal bisa bersinergi memperkuat ekonomi daerah.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Alfian Husin, Dr. Andi Desfiandi, menegaskan bahwa APINDO Lampung memiliki peran krusial sebagai jembatan antara dunia usaha dan kebijakan pemerintah. “APINDO harus menjadi mitra yang aktif, sehingga pengusaha Lampung termasuk UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang,” ujarnya di sela-sela acara.
Menurut Andi, sektor UMKM merupakan fondasi utama perekonomian daerah. Ia menyebut akses permodalan, pendampingan, dan digitalisasi sebagai tiga faktor kunci yang harus segera diperkuat. “Dengan akses permodalan, pendampingan, dan digitalisasi, mereka bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” jelasnya.
Expo yang dihadiri ratusan tenant dari berbagai sektor itu tidak sekadar pameran. Mahasiswa dilibatkan secara aktif sebagai mitra promosi, desain, hingga pemasaran, sehingga tercipta ekosistem kolaborasi yang saling menguntungkan. Andi menilai langkah ini sebagai pembelajaran berbasis pengalaman bagi mahasiswa.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung bersama UMKM. Expo ini adalah contoh nyata pembelajaran berbasis pengalaman,” tegas Andi. Ia menambahkan bahwa ketika mahasiswa turun langsung, mereka membawa ide segar dan energi baru, sementara UMKM mendapatkan dukungan kreatif yang nyata.
Dalam momentum Musyawarah Provinsi APINDO Lampung, Andi berharap terbentuk kepengurusan yang solid. Menurutnya, sinergi antara pengusaha, APINDO, mahasiswa, dan pemerintah adalah kunci menuju Lampung yang maju dan berdaya saing.
“Dengan kerja sama erat, kita bisa menjadikan Lampung sebagai contoh daerah yang maju berkat kekuatan pengusaha lokal dan kolaborasi generasi muda,” pungkasnya optimistis.