Setiap Ganti HP Android, Saya Langsung Hapus 7 Aplikasi Bawaan Google Ini

Penulis: Ferdian Syah  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 21:55:31 WIB
Pengguna Android disarankan menghapus tujuh aplikasi bawaan Google untuk menghemat ruang penyimpanan.

Bloatware atau aplikasi prainstal memang sudah menjadi "tradisi" yang melekat pada ekosistem Android. Meski pengguna bisa memilih perangkat dengan spesifikasi gahar, ruang penyimpanan tetap terkikis oleh aplikasi yang mungkin tidak pernah tersentuh. Seorang pengamat dan pengguna Android jangka panjang, yang juga jurnalis teknologi, membagikan daftar tujuh aplikasi Google yang langsung ia hapus setiap kali menyetel ponsel baru.

Daftar Hitam Aplikasi Google yang Langsung Dihapus

Pertama, Google Play Books. Layanan toko buku digital ini mungkin berguna bagi segelintir orang, tapi bagi mayoritas pengguna, aplikasi ini hanya memenuhi layar dan memakan memori. Kedua, Google Play Movies & TV. Kini berganti nama menjadi Google TV, aplikasi ini tetap menjadi kandidat utama penghapusan karena sebagian besar pengguna lebih memilih layanan streaming berlangganan lain.

Ketiga, Google Duo. Meski sempat menjadi aplikasi panggilan video andalan, kini fungsinya telah menyatu dengan Google Meet. Duo yang terinstal secara terpisah hanya menjadi duplikat yang membingungkan. Keempat, Google Pay atau Wallet. Di Indonesia, layanan pembayaran ini belum berfungsi penuh dan kalah populer dibandingkan GoPay, OVO, atau QRIS.

Kelima, YouTube Music. Bagi pengguna yang setia dengan Spotify atau Apple Music, aplikasi ini hanya menjadi pengingat bahwa Google ingin Anda beralih. Keenam, Google Podcasts. Meski sempat populer, Google sendiri telah mengumumkan akan menutup layanan ini dan memigrasikan pengguna ke YouTube Music. Ketujuh, Google Drive. Aplikasi penyimpanan awan ini mungkin berguna, tetapi versi prainstal sering kali tidak bisa di-uninstall sepenuhnya — hanya bisa dinonaktifkan.

Mengapa Ini Penting bagi Pengguna Android di Indonesia

Di pasar Indonesia, ponsel Android mendominasi dengan pangsa pasar di atas 90 persen. Merek seperti Samsung, Xiaomi, Oppo, dan Vivo kerap membenamkan puluhan aplikasi bawaan — mulai dari layanan Google hingga aplikasi pihak ketiga. Bagi pengguna dengan ponsel entry-level yang hanya memiliki RAM 4 GB dan penyimpanan 64 GB, setiap megabita sangat berharga.

Menghapus atau menonaktifkan aplikasi-aplikasi ini bisa membebaskan ruang penyimpanan hingga beberapa gigabita. Selain itu, ponsel juga terasa lebih responsif karena tidak ada aplikasi latar yang terus berjalan tanpa izin.

Cara Menghapus atau Menonaktifkan Aplikasi Bawaan

Tidak semua aplikasi prainstal bisa dihapus total. Beberapa hanya bisa dinonaktifkan melalui menu Settings > Apps. Setelah dinonaktifkan, aplikasi tersebut tidak akan muncul di laci aplikasi dan tidak berjalan di latar belakang. Untuk aplikasi yang benar-benar bisa dihapus, pengguna cukup menekan lama ikon aplikasi lalu memilih "Uninstall".

Langkah ini patut dicoba setiap kali Anda membeli ponsel baru. Dengan sedikit usaha di awal, pengalaman menggunakan Android bisa jauh lebih bersih dan cepat — tanpa harus membayar lebih untuk ponsel flagship.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: androidpolice.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top