BANDAR LAMPUNG — Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Pangdam XXI/Radin Inten, menerima kunjungan Danbrigif 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Supriadi Tarigan di Makodam XXI/Radin Inten, Jumat (12/6/2026). Pertemuan yang berlangsung hangat itu menjadi ajang mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antar matra TNI di Lampung.
Dalam pertemuan tersebut, Pangdam didampingi oleh Asintel dan Asops Kasdam XXI/Radin Inten. Sementara Danbrigif 4 Marinir/BS hadir bersama Pasintel, Paslog, dan Pasops Brigif 4 Marinir/BS. Kehadiran para pejabat utama dari kedua satuan menunjukkan komitmen untuk membangun koordinasi yang solid.
Pangdam Kristomei Sianturi menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antar satuan TNI di wilayah Lampung. Menurutnya, komunikasi yang baik akan mendukung efektivitas pelaksanaan tugas pertahanan dan pengabdian kepada masyarakat. "Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dan kerja sama antar satuan TNI yang berada di wilayah Lampung," demikian pernyataan resmi yang diterima di Bandar Lampung.
Kegiatan diakhiri dengan pertukaran cinderamata antara Pangdam XXI/Radin Inten dan Danbrigif 4 Marinir/BS. Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus menjaga soliditas antar matra. Pertukaran tersebut diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya kolaborasi lintas satuan.
Melalui pertemuan ini, Pangdam berharap koordinasi dan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan. Hal ini diperlukan untuk mendukung terciptanya stabilitas dan kondusivitas wilayah di Provinsi Lampung. Sinergi yang kuat antar satuan TNI dinilai krusial dalam menjaga keamanan dan ketertiban di daerah.
Provinsi Lampung memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Sumatra. Koordinasi yang baik antara TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Laut, dalam hal ini Brigif 4 Marinir/BS, menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan. Wilayah pesisir dan perbatasan laut memerlukan pengawasan ketat yang hanya bisa dilakukan dengan sinergi lintas matra.
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk memastikan setiap satuan memiliki pemahaman yang sama dalam menghadapi potensi gangguan keamanan. Dengan komunikasi yang terjaga, setiap tugas pertahanan dan pengabdian kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan efisien.