Pencarian

KAI Catat 562.993 Pergerakan Penumpang di Stasiun Tanjungkarang Lampung, Naik 13,99 Persen

Senin, 05 Oktober 2026 • 05:01:01 WIB
KAI Catat 562.993 Pergerakan Penumpang di Stasiun Tanjungkarang Lampung, Naik 13,99 Persen
Stasiun Tanjungkarang melayani 562.993 pergerakan penumpang pada Januari–September 2026.

BANDAR LAMPUNG — Stasiun Tanjungkarang bukan sekadar bangunan tua peninggalan era kolonial. Sepanjang Januari hingga September 2026, stasiun yang diresmikan 30 Juni 1914 itu melayani 562.993 pergerakan pelanggan, naik 13,99 persen dari periode sama tahun lalu.

Pertumbuhan di Lampung melampaui capaian Stasiun Ketapang, Banyuwangi, yang mencatat 615.161 pergerakan pelanggan dengan kenaikan 8,56 persen pada periode yang sama. Di Ketapang, arus terbagi atas 292.618 pelanggan berangkat dan 322.543 pelanggan tiba.

Dari Pelabuhan Panjang ke Simpul Mobilitas Antarkota

Sejarah Stasiun Tanjungkarang dimulai dari pembangunan pada 1911. Pada masa awal operasinya, stasiun ini melayani pergerakan pegawai dan material dari Pelabuhan Panjang. Kini fungsinya bergeser menjadi pintu masuk perjalanan warga Lampung menuju berbagai kota di Jawa.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut karakter perjalanan kereta api sangat ditentukan letak geografis. Titik operasional itu meliputi Stasiun Merak di ujung barat hingga Stasiun Ketapang di ujung timur.

"Menarik melihat bagaimana rel menjangkau berbagai sisi Jawa dan Sumatra. Di beberapa tempat perjalanan bertemu dengan pelabuhan dan laut, di tempat lain kereta api menjadi penghubung masyarakat antarkota. Jejak sejarah itu masih digunakan masyarakat sampai hari ini," ujar Anne.

Merak, Ketapang, dan Krueng Mane: Tiga Ujung yang Berbeda Cerita

Stasiun Merak berada dekat Pelabuhan Merak, penghubung jalur penyeberangan Selat Sunda. Layanan kereta menuju Merak melayani rute Rangkasbitung–Merak sejak awal abad ke-20.

Jalur menuju Banyuwangi mulai dibuka 2 Februari 1903. Stasiun Ketapang kini menjadi akses perjalanan lanjutan ke Bali melalui Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk. Sementara di ujung utara Sumatra, Stasiun Krueng Mane di Aceh menjadi titik ujung layanan aktif kereta api Cut Meutia yang menopang mobilitas warga Aceh bagian utara.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menilai simpul transportasi darat berkembang mengikuti perpindahan aktivitas pelabuhan di wilayah pesisir.

"Dari Merak yang menghadap Selat Sunda, Ketapang yang membuka perjalanan menuju Bali, Krueng Mane di Aceh, hingga Tanjungkarang yang tumbuh bersama sejarah Lampung, setiap stasiun memiliki cerita wilayahnya sendiri. Rel menghubungkan cerita itu dengan kehidupan masyarakat hari ini, dan kami ingin konektivitas tersebut terus memberi manfaat bagi perjalanan, ekonomi, keluarga, dan pariwisata di berbagai daerah," kata Wisnu.

Dampak ke Warga Lampung

Kenaikan 13,99 persen di Stasiun Tanjungkarang menandakan makin banyak warga Lampung memilih kereta untuk perjalanan antarkota. Lonjakan ini terjadi di tengah persaingan moda transportasi darat dan udara yang ketat.

KAI belum merinci proyeksi pergerakan penumpang hingga akhir 2026. Perusahaan juga tidak menyebut rencana penambahan kapasitas atau jadwal di stasiun ujung tersebut.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks