LAMPUNG — MUFG Bank Ltd melepas hampir 56 juta saham atau setara 4,53% kepemilikannya di PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) pada harga rata-rata Rp7.800 per saham. Aksi korporasi ini dilakukan untuk memperbesar porsi kepemilikan saham publik alias free float perseroan. Setelah transaksi, kepemilikan MUFG Bank di Adira Finance menyusut menjadi 14,36% dari total modal disetor dan ditempatkan.
Langkah pengurangan porsi saham MUFG Bank di Adira Finance disampaikan perseroan melalui keterbukaan informasi kepada otoritas bursa. "Penjualan sebagian saham untuk mendukung pemenuhan ketentuan free float," kata MUFG Bank dalam keterbukaan informasi yang dikutip Minggu (4/10/2026).
Sebelum transaksi, MUFG Bank bersama entitasnya, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), merupakan pemegang saham pengendali Adira Finance dengan total kepemilikan mencapai 93,4% saham ADMF.
Rincian Saham yang Dilepas MUFG Bank
MUFG Bank menjual hampir 56 juta saham ADMF pada harga rata-rata Rp7.800 per saham. Dengan transaksi tersebut, porsi saham MUFG Bank menyusut menjadi 177,5 miliar saham, mewakili 14,36% dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan.
Angka itu menandai penurunan kepemilikan MUFG Bank dari posisi sebelumnya sebagai bagian dari kelompok pengendali yang menguasai mayoritas saham ADMF.
Porsi Publik di Adira Finance Sebelum dan Sesudah Transaksi
Sebelum pelepasan saham oleh MUFG Bank, konsentrasi kepemilikan ADMF sangat terkumpul di tangan pengendali. Publik hanya memiliki 5,8% saham ADMF, sedangkan sisa 0,79% merupakan saham treasuri atau saham hasil buyback.
Struktur kepemilikan yang terkonsentrasi itulah yang membuat pemenuhan ketentuan free float menjadi perhatian utama perseroan. Regulator pasar modal Indonesia mensyaratkan jumlah saham beredar di publik minimal tertentu agar likuiditas perdagangan saham tetap terjaga.
Mengapa Free Float Penting bagi Emiten di BEI
Free float atau porsi saham yang dimiliki publik di luar pemegang saham pengendali berperan penting dalam menentukan likuiditas sebuah saham di Bursa Efek Indonesia. Semakin kecil porsi free float, semakin tipis volume transaksi harian yang tersedia di pasar.
Bagi investor ritel dan institusi, kondisi free float yang memadai memudahkan mereka masuk dan keluar dari posisi saham tanpa menggerakkan harga secara berlebihan. Sebaliknya, saham dengan free float rendah rentan mengalami lonjakan atau penurunan harga yang tajam meski dengan volume transaksi kecil.
Apa Artinya bagi Investor ADMF
Pelepasan saham MUFG Bank menambah jumlah saham ADMF yang beredar di publik. Penambahan pasokan saham ini berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan ADMF di bursa, meski besaran dampaknya bergantung pada serapan pasar terhadap saham yang dilepas.
Bagi pemegang saham publik yang sudah ada, perubahan komposisi kepemilikan ini tidak mengubah hak-hak mereka sebagai pemegang saham. Namun, struktur pengendalian ADMF tetap berada di tangan MUFG Bank bersama Bank Danamon sebagai entitas pengendali perseroan.
Investor perlu mencermati bagaimana pasar menyerap saham yang dilepas MUFG Bank dalam beberapa sesi perdagangan ke depan, termasuk apakah harga rata-rata Rp7.800 per saham menjadi acuan baru bagi pergerakan harga ADMF di bursa.