Pencarian

GEMA Mathla'ul Anwar Dukung Film Ageman, Sebut Media Dakwah Kultural untuk Gen Z dan Milenial

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 07:31:01 WIB
GEMA Mathla'ul Anwar Dukung Film Ageman, Sebut Media Dakwah Kultural untuk Gen Z dan Milenial
Ketua Umum DPP GEMA Mathla'ul Anwar H. Ahmad Nawawi menyampaikan dukungan terhadap film Ageman.

LAMPUNG — Dukungan terhadap film Ageman datang dari organisasi kepemudaan Islam Mathla'ul Anwar. Ketua Umum DPP GEMA MA H. Ahmad Nawawi menyatakan film tersebut layak ditonton dan didiskusikan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Menurutnya, film ini memperlihatkan bahwa perbedaan latar belakang tidak menghalangi hidup rukun dan damai.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Ahmad Nawawi, yang mengaku mengenal sosok Ken Setiawan secara personal. Keduanya pernah bersama dalam kunjungan misi perdamaian ke Palestina. Pengalaman itu membuat Nawawi memahami betul perjalanan hidup Ken Setiawan yang dulu radikal dan kini menjadi moderat.

Perjalanan Ken Setiawan Jadi Basis Cerita

Film Ageman diangkat dari kisah nyata transformasi Ken Setiawan. Dari seorang yang pernah terlibat paham radikal, ia berubah menjadi figur moderat yang memperjuangkan perdamaian. Kisah itu menjadi fondasi naratif film yang mengangkat tema toleransi dan keberagaman.

"Saya tahu betul perjalanan hidup Mas Ken Setiawan, karena saya pernah bersama beliau saat melakukan kunjungan untuk misi perdamaian ke Palestina," ujar Ahmad Nawawi.

Lewat film ini, Nawawi mengingatkan kembali bahwa di balik setiap perbedaan terdapat satu bahasa universal yang dipahami semua orang, yaitu kemanusiaan. Pesan itu disampaikannya sebagai refleksi atas kondisi sosial yang kerap terbelah oleh polarisasi.

Ageman sebagai Instrumen Dakwah Kultural

Menurut Ahmad Nawawi, film Ageman bukan sekadar karya seni visual yang menghibur. Ia menilai film ini sebagai instrumen dakwah kultural yang efektif untuk menyebarkan pesan moderasi beragama. Pendekatan budaya dinilai lebih mudah diterima masyarakat dibanding ceramah formal.

Dalam filosofi Jawa, "Ageman" berarti pakaian atau pegangan hidup, merujuk pada agama dan keyakinan. Film ini menggambarkan pegangan hidup sebagai perekat sosial, bukan pemisah antar-kelompok. Nawawi menilai penggambaran itu dilakukan dengan sangat apik.

"Film ini sangat layak ditonton dan didiskusikan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar kita dapat hidup rukun, aman, damai walaupun latar belakang kita berbeda-beda," tutur Ahmad Nawawi.

Sejalan dengan Khittah Mathla'ul Anwar

Nawawi menyebut film Ageman sejalan dengan khittah Mathla'ul Anwar dalam memperjuangkan pendidikan dan dakwah yang moderat. Film itu dinilai berhasil memotret keindahan hidup berdampingan tanpa harus mengorbankan akidah masing-masing keyakinan.

Di era digital, gesekan informasi begitu kuat menerpa generasi muda. Film ini hadir sebagai media edukasi visual yang relevan bagi Gen Z dan Milenial untuk memahami esensi toleransi yang substantif, bukan sekadar jargon.

DPP GEMA MA memandang nilai-nilai dalam film ini mampu memperkokoh pilar Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika di tingkat akar rumput. Pesan perdamaian dinilai perlu terus disebarkan di tengah masyarakat yang beragam.

Ajakan Menonton untuk Kader dan Elemen Pemuda

GEMA Mathla'ul Anwar mengajak seluruh masyarakat, termasuk para kader, simpatisan, dan elemen pemuda Islam di Indonesia, untuk turut mengapresiasi dan menonton film Ageman. Dukungan ini diharapkan mendorong lahirnya lebih banyak karya kreatif yang menginspirasi perdamaian dan merawat persatuan bangsa.

"Ageman berhasil memotret keindahan hidup berdampingan tanpa harus mengorbankan akidah masing-masing keyakinan," jelasnya.

Dukungan DPP GEMA MA menambah daftar apresiasi terhadap film yang mengangkat narasi moderasi beragama. Organisasi kepemudaan Islam ini berharap pesan film dapat menjangkau masyarakat luas, terutama generasi muda yang aktif di ruang digital.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: web.lintaslampung.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks