Pencarian

IHSG Dibuka Turun 0,47% ke 6.118,85, Ikuti Pelemahan Bursa Asia dan Global

Selasa, 29 September 2026 • 10:05:01 WIB
IHSG Dibuka Turun 0,47% ke 6.118,85, Ikuti Pelemahan Bursa Asia dan Global
IHSG dibuka turun 0,47 persen ke level 6.118,81 pada perdagangan hari ini.

LAMPUNG — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia dibuka melemah 29,05 poin atau 0,47 persen ke posisi 6.118,81, mengikuti tren penurunan bursa saham kawasan Asia dan global. Pelemahan terjadi di tengah kekhawatiran inflasi yang dipicu kenaikan harga energi dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim memperkirakan IHSG akan menguji level support berikutnya di kisaran 6.000-6.100.

Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 ikut tertekan, turun 4,04 poin atau 0,66 persen ke posisi 607,77. Tekanan jual melanda hampir seluruh bursa regional Asia pagi ini, dengan indeks Nikkei melemah 0,87 persen ke 65.304,00 dan Hang Seng turun 0,80 persen ke 24.449,24.

Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak Picu Aksi Jual Global

Kekhawatiran terhadap inflasi yang dipicu harga energi, ditambah kecemasan besarnya utang yang diterbitkan perusahaan untuk mendanai pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), memicu aksi jual besar-besaran pada obligasi pemerintah Amerika Serikat. Sinyal kenaikan suku bunga lanjutan The Fed memperparah kondisi tersebut.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS, U.S. 10-year Bond Yield, naik lebih dari 5 bps ke level 5,234 persen pada Senin (28/9). Pasar obligasi global bergerak volatil seiring investor menanti data-data penting AS yang dapat mempengaruhi prospek kebijakan moneter The Fed.

"Diperkirakan IHSG akan menguji level support berikutnya di 6.000-6.100," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Data PCE dan NFP Jadi Fokus Investor Pekan Ini

Investor akan mencermati data indeks Price Consumer Index (PCE) AS pada Rabu (30/9) sebagai indikator inflasi yang diamati The Fed. Selain itu, survei Job Openings and Labor Turnover (JOLTS) bulan Agustus 2026 dijadwalkan rilis pada Selasa (29/9), disusul laporan NonFarm Payrolls (NFP) bulan September 2026 pada Jumat (02/10).

Harga minyak mentah menurun dari level tertinggi harian pada Senin (28/9) setelah laporan bahwa Arab Saudi meningkatkan operasional jalur pipa vital Timur-Barat pasca-perbaikan. Harga minyak Brent ditutup di level 108 dolar AS per barel.

Risiko Inflasi Domestik Bayangi Keputusan BI Rate

Meningkatnya kembali harga minyak di tengah ketidakpastian konflik di Timur Tengah meningkatkan risiko naiknya laju inflasi dalam negeri. Apabila inflasi meningkat di atas target Bank Indonesia, dikhawatirkan BI harus menaikkan suku bunga acuannya.

Berdasarkan penilaian BI, setiap kenaikan BI Rate sebesar 25 bps diperkirakan dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi sekitar 0,1 persen. Kondisi itu membuat BI saat ini masih mempertahankan BI Rate pada level 5,75 persen.

BI memilih menggunakan instrumen lain untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mendorong aliran modal masuk. Insentif biaya lindung nilai yang telah diterapkan sekitar satu bulan mendorong aliran modal masuk sekitar 6 miliar dolar AS melalui Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) maupun swap.

Potensi Capital Outflow Tekan Rupiah

Meningkatnya indeks dolar AS akibat tingginya harga minyak memicu ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed lebih lanjut dan kenaikan yield US-Treasury. Kondisi ini menimbulkan potensi capital outflow dari negara berkembang sehingga mendorong pelemahan Rupiah.

Bursa Wall Street AS kompak melemah pada penutupan Senin (28/9). Indeks S&P 500 melemah 0,77 persen ke level 7.683,69, Nasdaq Composite turun 0,92 persen ke 26.820,38, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,67 persen ke 51.481,51.

Bursa Eropa bergerak variatif pada penutupan yang sama. Euro Stoxx 50 menguat 0,10 persen, FTSE 100 Inggris melemah 0,10 persen, DAX Jerman turun 0,13 persen, dan CAC 40 Prancis menguat 0,01 persen.

Bursa saham regional Asia lainnya juga tertekan pagi ini. Indeks Shanghai melemah 0,20 persen ke 3.815,78, Kospi turun 0,24 persen ke 6.873,13, dan Straits Times melemah 0,10 persen ke 5.723,18.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks