Pencarian

Harga Ponsel 2026 Naik 15-25%, Memori Jadi Biang Kerok Utama

Sabtu, 05 September 2026 • 02:33:01 WIB
Harga Ponsel 2026 Naik 15-25%, Memori Jadi Biang Kerok Utama
Riset Counterpoint mencatat lebih dari 40% model ponsel di dunia mengalami kenaikan harga sepanjang 2026.

LAMPUNG — Data ini bukan sekadar keluhan konsumen di media sosial. Counterpoint Research melalui Global Smartphone Price Increase Tracker-nya menganalisis lebih dari 4.000 model ponsel aktif di berbagai pasar dunia dan menemukan fakta yang lebih pahit: lebih dari 40% model ponsel mengalami kenaikan harga sepanjang tahun 2026.

Memori: Komponen Kecil yang Mengubah Struktur Harga Industri

Research Director Counterpoint Research, Tarun Pathak, menegaskan bahwa biaya produksi (Bill of Materials/BoM) kini didominasi oleh lonjakan harga komponen memori. "Memori menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan biaya BoM ponsel, mengubah struktur harga di seluruh industri dan membuat produsen OEM memiliki ruang yang semakin terbatas untuk menyerap kenaikan biaya tersebut," jelas Pathak, Jumat (4/9/2026).

Artinya, produsen tidak lagi punya pilihan selain membebankan biaya tambahan ke konsumen. Ruang margin mereka sudah tipis, terutama di segmen entry-level dan mid-range yang selama ini mengandalkan volume penjualan.

Dampak di Pasar Sensitif Harga: Banderol Bisa Naik Hingga 21%

Kenaikan ini tidak merata di semua negara. Counterpoint menyoroti pasar yang sensitif terhadap harga—kategori yang mencakup Indonesia—mengalami dampak paling berat. Di sejumlah pasar tersebut, rata-rata harga smartphone meningkat sekitar 16% hingga 21%.

Buat kamu yang sedang menabung untuk upgrade ponsel, ini artinya budget Rp 3-4 juta tahun lalu mungkin sekarang cuma cukup untuk spesifikasi satu tingkat di bawahnya. Strategi "beli di awal tahun" pun mulai terasa lebih masuk akal ketimbang menunggu peluncuran seri baru yang harganya justru semakin tidak ramah.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Kenaikan harga ini memunculkan dilema baru: apakah seri flagship terbaru yang harganya melonjak 25% masih sepadan dengan peningkatan spesifikasinya? Belum tentu. Beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum mengeluarkan uang puluhan juta rupiah:

  • Generasi sebelumnya bisa jadi value king. Flagship 2025 yang turun harga atau mendapat diskon seringkali menawarkan performa yang tidak jauh berbeda dengan seri 2026, kecuali ada lompatan teknologi signifikan.
  • Perhatikan kapasitas RAM dan storage bawaan. Karena komponen memori adalah biang kenaikan, varian dengan RAM/storage lebih tinggi biasanya mengalami kenaikan harga yang tidak proporsional. Varian dasar bisa jadi pilihan paling rasional.
  • Jangan langsung percaya harga pre-order. Bandingkan harga ritel resmi dengan harga pasar (berbagai e-commerce) setelah beberapa bulan rilis—biasanya ada penyesuaian yang lebih realistis.

Kesimpulan: Realitas Baru Pasar Ponsel

Kenaikan harga ini bukan siklus musiman yang akan mereda dalam beberapa bulan. Selama harga memori dunia belum stabil—dan belum ada indikasi ke arah sana—kita harus beradaptasi dengan realitas baru: ponsel akan semakin mahal, dan "murah" kini adalah kata yang relatif.

Strategi paling masuk akal saat ini adalah memperpanjang umur ponsel yang sudah dimiliki, atau memburu model flagship tahun lalu yang harganya sudah turun. Membeli seri terbaru di tahun peluncurannya kini butuh alasan yang sangat kuat—bukan sekadar gengsi.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bloombergtechnoz.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks