BANDAR LAMPUNG — Sebanyak 25 lebih wartawan dari berbagai media di Provinsi Lampung mengikuti seleksi perdana tim minisoccer PWI Lampung yang digelar di Estadio Arena, Bandar Lampung, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi Porwanas 2027 yang akan berlangsung di Lampung.
Ketua Harian HPN 2027 Lampung, Supriyadi Alfian, mengaku sempat ragu dengan kesiapan tim. Namun, setelah melihat antusiasme para wartawan muda yang hadir, ia optimistis minisoccer bisa bersaing dan meraih prestasi di ajang bergengsi tersebut.
"Kita yakin bahwa minisoccer ini minimal bisa masuk ke final di Porwanas. Alhamdulillah kalau bisa juara. Hasil juga bisa diraih dengan cara penerapan disiplin. Dan saya yakin para anak muda ini bisa melakukan yang terbaik," kata Supriyadi kepada wartawan.
Fasilitas Latihan Berbayar Jadi Sorotan
Di balik semangat para atlet, Supriyadi menyoroti persoalan fasilitas latihan. Saat ini, tim minisoccer hanya memiliki dua tempat latihan, yaitu Subanus dan Estadio, yang keduanya masih berbayar. Kondisi ini dinilai cukup memberatkan jika dibandingkan cabang olahraga lain yang sudah memiliki lapangan latihan tetap.
"Di minisoccer ini atletnya sudah semangat, tapi tempat latihannya masih berbayar. Dan ini yang harus kita cari solusi bersama dengan manager. Saya yakin manager tim Mayang Suri Djausal akan terus melakukan pembinaan yang terbaik," ucapnya.
Lampung Tuan Rumah, Beban Persiapan Meningkat
Wakil Ketua PWI Lampung, Syahroni Yusuf, mengungkapkan bahwa rangkaian seleksi seluruh cabang olahraga Porwanas telah disiapkan sejak awal tahun. Ia menegaskan bahwa persiapan kali ini terasa lebih berat karena Lampung bertindak sebagai tuan rumah, yang otomatis menambah tanggung jawab moral bagi seluruh pengurus.
"Untuk Porwanas saja sudah mendatangkan 3000 orang, ditambah HPN 2000 orang. Untuk itu, kita dari PWI saling percaya dan meyakini bahwa setiap teman-teman yang mengurus cabor ini berkompeten, dan meraih sukses," ungkap Syahroni.
"Kita berharap dan yakin minisoccer mampu meraih prestasi dan sukses, di bawah naungan Ibu Mayang Suri Djausal. Meskipun minisoccer menjadi yang pertama dipertandingkan, tapi saya yakin kerja keras semua pihak menghasilkan yang terbaik," tambahnya.
15 Nama Masuk Daftar Sementara
Penanggung jawab minisoccer, Elka Mabela, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa kali latihan sebelum seleksi resmi ini. Dari hasil pemantauan awal, sudah terjaring 15 nama yang masuk daftar sementara pemain.
"Dari hasil latihan yang kami lakukan, sudah terjaring sebanyak 15 nama. Kegiatan hari ini hanya melanjutkan kegiatan latihan yang sudah berjalan. Penekanan pada seleksi kali ini yaitu, para pemain harus meningkatkan fisik agar lebih baik lagi," jelas Elka.
Elka menambahkan, meskipun waktu menuju Porwanas masih panjang, seluruh pemain harus terus menggembleng diri baik dari segi fisik maupun strategi. Pihaknya akan segera melakukan evaluasi terkait penambahan pemain sebelum akhirnya melakukan entry by name.
"Yang pasti kita akan terus genjot para pemain, baik secara fisik maupun strategi. Kita akan menjalankan target-target yang disampaikan dari PWI. Bahwa kita akan berusaha meraih hasil yang terbaik," tutupnya.