BANDARLAMPUNG — Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyatakan optimisme sekaligus mengakui adanya tantangan dalam merealisasikan program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat. Syarat utama pembangunan sekolah berasrama seluas minimal 7 hektare dinilai sulit dipenuhi di wilayah perkotaan yang padat.
Kendala Lahan dan Solusi Daerah
Di tengah keterbatasan itu, Eva Dwiana menegaskan bahwa Pemkot Bandar Lampung tidak tinggal diam. Pemerintah kota telah menyiapkan program pengganti yang dinilai memiliki esensi serupa, yakni Beasiswa Lintas Jenjang (Biling).
“Karena wilayah kita tidak memiliki lahan yang cukup besar untuk Sekolah Rakyat berasrama, kita sudah menyiasatinya dengan Biling. Esensinya sama, kita sudah berikan fasilitas dari tas, seragam dua setel, hingga sepatu secara gratis untuk siswa SD dan SMP,” tegasnya.
Fasilitas Lengkap untuk Pelajar SD dan SMP
Program Biling yang merupakan inisiatif Pemkot Bandar Lampung ini memberikan dukungan penuh berupa fasilitas pendidikan gratis yang komprehensif. Langkah ini diambil untuk memastikan akses pendidikan tetap berjalan meski pembangunan fisik Sekolah Rakyat belum dapat direalisasikan.
Adapun fasilitas yang diterima siswa melalui program Biling meliputi tas sekolah gratis, dua setel seragam sekolah, dan dua pasang sepatu. Program ini secara khusus menyasar pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kota setempat.
Dukungan Penuh untuk Program Nasional MBG dan Sekolah Rakyat
Selain menyiasati keterbatasan lahan, Eva Dwiana juga menyoroti program prioritas lain dari Presiden RI, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemkot Bandar Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif pemerintah pusat tersebut dan berharap bisa segera mengimplementasikannya di daerah.
“Terkait program MBG dan Sekolah Rakyat yang digagas Pak Presiden, kita doakan agar Bandar Lampung bisa segera mewujudkannya, walaupun saat ini kita belum bisa memenuhi syarat lahan 7 hektare untuk model asrama,” jelasnya.
Seruan Kerja Nyata di Hari Kemerdekaan
Dalam kesempatan tersebut, Eva Dwiana yang akrab disapa Bunda Eva ini juga menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk memaknai kemerdekaan dengan berkontribusi lewat kerja nyata. Menurutnya, kemerdekaan yang diwariskan para pejuang harus diisi dengan kolaborasi demi kemajuan bangsa.
“Alhamdulillah, para pejuang kita telah mewariskan kemerdekaan yang luar biasa. Kini, giliran kita yang mengisi kemerdekaan ini sesuai porsi masing-masing. Saya yakin, jika kita semua bergerak bersama, keberhasilan Indonesia akan menjadi makin luar biasa ke depannya,” ungkapnya.
Meski pembangunan fisik Sekolah Rakyat berasrama belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat, Eva Dwiana tetap menunjukkan optimisme agar kotanya dapat terus bersinergi dengan program-program nasional. “Meski saat ini belum bisa membangun asrama seluas 7 hektare, insyaallah, kita yakin dan bismillah saja,” tutupnya.