Pencarian

PAN Bandar Lampung Siapkan Kaderisasi Lintas Generasi Milenial dan Gen X Menuju Indonesia Emas 2045

Senin, 10 Agustus 2026 • 15:00:01 WIB
PAN Bandar Lampung Siapkan Kaderisasi Lintas Generasi Milenial dan Gen X Menuju Indonesia Emas 2045
Milenial dan Generasi X PAN Bandar Lampung mengikuti diskusi kaderisasi lintas generasi di Bandar Lampung.

BANDAR LAMPUNG — DPD PAN Kota Bandar Lampung menghadapi pekerjaan rumah besar dalam menyambut periode kepengurusan 2026–2030. Partai berlambang matahari itu dituntut mampu mengawinkan semangat digital generasi milenial dengan kebijaksanaan serta jaringan politik generasi X (Gen X) yang sudah matang.

Menurut pengamat politik dan dosen Prodi Manajemen IIB Darmajaya, Lukman Hakim, pertemuan dua generasi ini bukan sekadar perbedaan usia, melainkan perbedaan paradigma yang jika disinergikan dapat menjadi kekuatan besar bagi PAN.

Mengapa Milenial dan Gen X Harus Berpadu?

Milenial hadir dengan keberanian berinovasi, keterbukaan terhadap perubahan, dan tuntutan transparansi. Mereka terbiasa dengan pola komunikasi cepat serta interaktif melalui media sosial. Sementara itu, Gen X membawa pengalaman panjang, kedewasaan dalam membaca risiko, serta hubungan erat dengan tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan tradisional.

Lukman menilai perbedaan ini justru menjadi modal ganda bagi partai. Milenial bisa menjadi ujung tombak kampanye kreatif yang menyentuh anak muda, sementara Gen X berperan sebagai penjamin kredibilitas dan stabilitas organisasi.

Kaderisasi Berkelanjutan Jadi Kunci

Dalam konteks menuju Indonesia Emas 2045, PAN Bandar Lampung perlu menyiapkan kaderisasi yang berkelanjutan. Milenial harus diberi ruang untuk berlatih kepemimpinan, sedangkan Gen X berperan sebagai mentor dan pengarah.

Tantangan terbesarnya adalah menghindari dominasi salah satu generasi agar keseimbangan tetap terjaga. Milenial yang kerap dianggap pragmatis justru memiliki energi yang dibutuhkan untuk menghadapi era disrupsi, sementara Gen X yang dinilai lamban unggul dalam perhitungan risiko.

Digitalisasi Politik dan Ekonomi Kreatif

Lukman menyebut milenial di PAN Bandar Lampung memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi digital. Mereka mampu memanfaatkan media sosial dan platform daring untuk menyebarkan gagasan politik secara cepat dan luas.

Digitalisasi politik bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan agar partai tetap relevan di tengah masyarakat yang semakin terhubung secara digital. Gen X, dengan pengalamannya, dapat memastikan strategi digital itu tidak hanya menjadi pencitraan, tetapi juga menyampaikan substansi politik yang bermakna.

Milenial juga didorong untuk mengusung agenda progresif seperti digitalisasi pelayanan publik, ekonomi kreatif, dan green politics. Gen X memastikan agenda tersebut tetap realistis dan sesuai dengan kultur lokal masyarakat Lampung.

Menghindari Perpecahan Internal

Lukman menegaskan jika sinergi lintas generasi gagal dibangun, perpecahan internal bisa melemahkan kontribusi PAN dalam percaturan politik lokal maupun nasional. Karena itu, mekanisme dialog lintas generasi secara rutin menjadi prasyarat penting.

Dialog ini bukan sekadar formalitas, melainkan wadah untuk menyatukan visi dan mengelola perbedaan. Milenial dan Gen X harus sama-sama menyadari bahwa tujuan utamanya adalah Indonesia Emas 2045, bukan kepentingan pribadi atau kelompok.

Jika berhasil, PAN Bandar Lampung periode 2026–2030 akan menjadi model kepemimpinan partai yang inklusif dan adaptif, sekaligus pionir dalam menunjukkan bahwa politik lintas generasi adalah jalan menuju keberlanjutan demokrasi.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: nenemonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks