Pencarian

Satelit Lampung-1 Buatan China Resmi Mengorbit, BRIN Tegaskan Data Strategis Tetap di Bawah Otoritas Indonesia

Jumat, 07 Agustus 2026 • 13:45:31 WIB
Satelit Lampung-1 Buatan China Resmi Mengorbit, BRIN Tegaskan Data Strategis Tetap di Bawah Otoritas Indonesia
BRIN memastikan seluruh data dari Satelit Lampung-1 dikelola oleh otoritas Indonesia.

JAKARTA — Kekhawatiran soal keamanan data Satelit Lampung-1 akhirnya mendapat jawaban resmi dari pemerintah. BRIN menegaskan bahwa meski roket peluncur dan satelitnya melibatkan perusahaan antariksa China, otoritas pengelolaan data sepenuhnya berada di tangan Indonesia.

Kepala BRIN Arif Satria menyebut koordinasi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan BRIN sudah berjalan sejak awal proyek. Pembahasan tidak hanya mencakup teknis peluncuran, tetapi juga aspek keamanan data dan pengelolaan informasi strategis yang berkaitan dengan kepentingan nasional.

"Memang Pemerintah Lampung dan juga berbagai pemegang otoritas yang ada di Indonesia sudah koordinasi dengan BRIN. BRIN termasuk yang terlibat dalam proses itu, dan itu pula yang kemarin sudah didiskusikan bagaimana soal keamanan data dan lain sebagainya," kata Arif di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Antara, Jumat (7/8).

Data Satelit Tidak Diserahkan ke Pihak Asing

Arif menegaskan posisi BRIN sebagai otoritas utama dalam proyek satelit ini. Ia memastikan seluruh data yang masuk dan keluar dari Satelit Lampung-1 akan dikelola oleh tim internal Indonesia.

"Tetapi yang jelas semua terkait dengan soal penyimpanan data dan lain sebagainya yang untuk Indonesia itu BRIN yang akan memiliki otoritas. Insyaallah aman," ujarnya.

Roket Jielong-3 Bawa Satelit ke Orbit

Satelit Lampung-1 diluncurkan perusahaan antariksa komersial China, STAR.VISION, pada Rabu pagi (5/8) dari perairan lepas pantai Kota Haiyang, Provinsi Shandong. Roket Jielong-3 Y12 membawa satelit OSE Hyperspectral-01 dan Hyperspectral-02 ke orbit yang telah ditentukan.

Satelit OSE Hyperspectral-01 merupakan hasil pengembangan bersama STAR.VISION dan Universitas Wuhan. Pemerintah Provinsi Lampung terlibat langsung dalam pengembangan satelit yang kemudian diberi nama Satelit Lampung-1 ini.

Proyek ini menjadi bagian dari kerja sama Indonesia-China di bidang penginderaan jauh, kecerdasan buatan, dan pengembangan kapasitas antariksa.

BRIN Siapkan Satelit Buatan Dalam Negeri

Di tengah gencarnya kerja sama internasional, BRIN tidak tinggal diam dalam membangun kemandirian teknologi. Lembaga tersebut tengah menyiapkan satelit produksi nasional bernama BRIN NEO-1 yang diproduksi di fasilitas BRIN di Bogor.

Arif menargetkan peluncuran BRIN NEO-1 pada awal 2027. Menurutnya, pengembangan satelit domestik menjadi langkah penting untuk memperkuat kemandirian teknologi antariksa Indonesia.

"Nah tetapi yang paling penting lagi kita Insyaallah juga akan launching satelit juga BRIN, BRIN NEO-1 itu produksi BRIN sendiri, pabriknya ada di Bogor. Segera kita akan launching awal 2027," katanya.

Langkah ini menunjukkan pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan kerja sama luar negeri dan penguatan kemampuan nasional. Dengan adanya BRIN NEO-1, Indonesia diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada negara lain untuk kebutuhan data penginderaan jauh di masa mendatang.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infobanknews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks