Pencarian

Kemarau di Lampung Selatan Ancam Sawah Petani Way Panji, Debit Air Menurun dan Listrik Melemah

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 19:17:02 WIB
Kemarau di Lampung Selatan Ancam Sawah Petani Way Panji, Debit Air Menurun dan Listrik Melemah
Petani memeriksa tanaman padi yang memasuki fase bunting di tengah menurunnya debit air sumur bor di Desa Sidomakmur, Way Panji, Lampung Selatan.

LAMPUNG SELATAN — Petani padi di Desa Sidomakmur, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan, mulai merasakan dampak serius musim kemarau. Tanaman yang kini berusia sekitar 60 hari atau memasuki fase bunting membutuhkan pasokan air stabil, namun debit sumur bor terus menurun dan sebagian sudah tidak mengeluarkan air sama sekali.

Ketua Gapoktan Makmur Sejati, Joko Umboro, mengatakan rata-rata petani di wilayahnya sebenarnya sudah memiliki sumur bor kecil ataupun sibel. Namun, intensitas kemarau membuat sumber air tersebut tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan lahan.

"Yang paling dibutuhkan sekarang itu air. Rata-rata petani sudah punya sumur bor kecil ataupun sibel, tapi karena cuaca seperti ini ada yang airnya tinggal sedikit, bahkan ada yang sudah tidak keluar sama sekali," kata Joko, Sabtu (1/8/2026).

Listrik Melemah Saat Pompa Air Dinyalakan Bersamaan

Persoalan tidak berhenti pada menipisnya debit air. Para petani juga dihadapkan pada melemahnya tegangan listrik ketika pompa air dioperasikan secara bersamaan. Akibatnya, mesin pompa tidak mampu bekerja optimal dan proses pengairan sawah menjadi terhambat.

Menurut Joko, kondisi ini memaksa petani bergantian menyalakan pompa agar aliran listrik tetap stabil. Namun, cara tersebut memperlambat distribusi air ke lahan, padahal kebutuhan air pada fase pertumbuhan saat ini sangat tinggi.

"Kalau semua petani memakai jaringan listrik bersamaan, sering terjadi dayanya lemah jadi tidak kuat untuk menghidupkan pompa air," ujarnya.

Tanam Lebih Awal Jadi Penyelamat Sawah di Way Panji

Di tengah ancaman kekeringan, kondisi pertanian di Way Panji dinilai masih lebih baik dibandingkan sejumlah wilayah lain di Lampung Selatan yang mulai terancam gagal panen. Joko menyebut hal itu tidak lepas dari kepatuhan petani mengikuti anjuran Dinas Pertanian untuk memulai masa tanam lebih awal, yakni sejak awal Juni.

"Alhamdulillah masih ada harapan. Kami mengikuti anjuran pemerintah dengan tanam lebih awal sejak awal Juni. Di Sidomakmur kami kompak tanam serentak, sehingga mudah-mudahan tanaman masih bisa diselamatkan," tuturnya.

Joko memperkirakan kondisi tanaman saat ini masih sekitar 75 persen. Dengan kondisi tersebut, ia berharap hasil panen nantinya setidaknya mampu menutup biaya produksi yang telah dikeluarkan petani.

"InsyaAllah masih bisa kalau balik modal," katanya.

Petani Minta Tambahan Sumur Bor dan Penguatan Jaringan Listrik

Menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung, para petani berharap pemerintah segera menambah fasilitas penunjang pertanian. Pembangunan sumur bor baru dan penguatan jaringan listrik di kawasan persawahan dinilai menjadi prioritas utama.

Joko mengungkapkan, keberadaan sumur bor yang ada saat ini belum sebanding dengan luas areal persawahan yang mencapai ratusan hektare. Bantuan yang diterima kelompok tani pada tahun-tahun sebelumnya masih terbatas dan belum menjangkau seluruh lahan.

"Sumur bor sudah ada, tapi luas lahan kami ratusan hektare sehingga belum mencukupi. Sekarang ada informasi akan ada tambahan bantuan, mudah-mudahan bisa segera direalisasikan," kata Joko.

Ia menambahkan, harapan terbesar petani saat ini adalah modal yang dikeluarkan bisa kembali dan hasil panen tetap memberikan keuntungan meski di tengah tekanan kemarau.

"Mohon bantuannya, karena harapan teman-teman petani tentu modal bisa kembali dan syukur alhamdulillah bisa ada untung sedikit-sedikit," tuturnya.

Follow lampungvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks