Hujan Es Sebesar Kelereng dan Angin Kencang Terjang 6 Wilayah Lampung Barat, 4 Rumah Rusak

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Senin, 02 November 2026 | 10:01:01 WIB
Butiran es sebesar kelereng disertai angin kencang melanda enam wilayah di Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat.

LAMPUNG BARAT — Butiran es sebesar kelereng turun selama 10-15 menit di enam wilayah Kecamatan Balik Bukit. Warga setempat melaporkan hujan es datang bersamaan dengan angin kencang dan petir yang membahana.

Kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap rumah yang dihantam butiran es dan terjangan angin. Sebagian dinding dan tiang bangunan juga dilaporkan retak atau miring akibat cuaca ekstrem tersebut.

Wilayah Mana Saja yang Terdampak Hujan Es?

Enam wilayah di Kecamatan Balik Bukit terdampak fenomena cuaca ekstrem tersebut. Hujan es tidak turun merata, tetapi terkonsentrasi di kawasan yang dilalui awan konvektif pada sore hari itu.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Warga memilih bertahan di rumah masing-masing sambil membersihkan sisa butiran es dan material bangunan yang rusak.

Empat Rumah Rusak, Kerugian Masih Dihitung

Sedikitnya empat rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap, dinding, hingga tiang bangunan. Kerusakan atap menjadi yang paling banyak ditemukan karena butiran es berukuran besar menghantam langsung permukaan genteng.

Petugas setempat masih mendata kerusakan dan menghitung nilai kerugian. Warga terdampak diharapkan melaporkan kondisi rumahnya agar bisa masuk dalam pendataan bantuan.

Mengapa Hujan Es Muncul di Lampung Barat?

Hujan es terbentuk ketika awan kumulonimbus memiliki arus udara naik yang sangat kuat. Butiran air terangkat ke lapisan atmosfer bersuhu sangat dingin, membeku menjadi es, lalu jatuh ke permukaan saat tidak sempat mencair.

Fenomena semacam ini lebih sering muncul pada masa peralihan musim, ketika udara hangat dan lembap bertemu massa udara dingin. Durasi hujan es umumnya singkat, tetapi dampaknya bisa cukup merusak bila butirannya besar.

Warga diimbau waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan. Saat awan gelap pekat disertai angin dingin muncul, sebaiknya berteduh di dalam bangunan yang kokoh dan menjauhi pohon besar maupun tiang listrik.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: 20.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top