LAMPUNG — Michael Owen meninggalkan sepak bola dan menekuni dunia balap kuda lewat Manor House Stables di Cheshire. Mantan penyerang Liverpool dan Timnas Inggris itu membangun bisnis yang menggabungkan kecintaannya pada balap kuda dengan ambisi menjadi yang terbaik di industri tersebut.
Manor House Stables bukan sekadar tempat pelarian bagi Owen setelah pensiun dari sepak bola pada usia 33 tahun. Fasilitas latihan kuda di Cheshire itu menjadi proyek jangka panjang yang ia bangun sejak 20 tahun lalu, dengan fokus pada balap datar (flat racing).
Owen mengaku tidak puas hanya menjadi peserta biasa di industri balap kuda. Ia ingin Manor House Stables bersaing di level tertinggi, meski menyadari jalan menuju posisi itu masih panjang.
"Saya tidak terlalu suka sekadar ikut ambil bagian — saya ingin berada di meja paling atas," kata Owen kepada FourFourTwo.
Menurut Owen, untuk mencapai level tersebut, stables-nya butuh lebih banyak kuda dengan kualitas lebih baik. Kebutuhan itu bermuara pada penambahan jumlah pemilik kuda, termasuk pemilik dengan modal besar.
Owen menyusun sejumlah langkah untuk menarik pemilik kuda baru. Hasil balapan yang baik menjadi pintu masuk utama, ditopang fasilitas yang mampu melayani pemilik yang ingin menikmati pengalaman balap kuda secara menyeluruh.
Ia juga menekankan pentingnya berada di garis terdepan ilmu pengetahuan terkait perawatan dan pelatihan kuda. Kehadiran di ajang-ajang besar menjadi kesempatan menjaring calon pemilik baru.
"Anda harus bangkit dari kursi yang nyaman dan mulai menjalin hubungan. Anda harus punya dorongan dan ambisi, harus ada di sini sejak pagi buta, mempelajari bisnis Anda, mengeluarkan yang terbaik dari staf, memotivasi mereka," ujar Owen.
Fokus pada flat racing membuat Owen tidak bisa mengejar kemenangan di Grand National. Meski begitu, Derby tetap menjadi impian yang ia sebut secara terbuka.
"Derby, tentu saja. Meski orang bertanya apa impian saya, dan dengan memiliki bisnis ini, mempekerjakan semua orang ini, dalam banyak hal saya sudah hidup dalam impian," kata Owen.
Owen menegaskan Manor House Stables tidak akan berhenti berkembang apa pun hasil yang diraih. Ia membandingkannya dengan karier sepak bolanya, di mana ia harus berhenti di usia 33 tahun, sementara bisnis balap kuda bisa ia jalani jauh lebih lama.
"Saya akan mati sambil melakukan ini, sedangkan di sepak bola saya harus berhenti di usia 33. Saya bisa terus menjalankan tempat ini selamanya, mencoba meraih sukses, dan indahnya Anda benar-benar menikmatinya sepanjang jalan," ucapnya.
Baginya, mengikuti kuda-kuda berlaga dari Royal Ascot, Glorious Goodwood, hingga Breeders Cup di Kentucky dan Melbourne Cup di Australia menjadi kenikmatan tersendiri. "Saya tidak perlu lagi berlari selama 90 menit — darah, keringat, dan air mata. Saya cukup menikmatinya," tutup Owen.