Gubernur Lampung Dorong Tahura Wan Abdul Rachman Jadi Penahan Wisatawan, Bukan Cuma Andalkan Pantai

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:31:31 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyusuri jalur Hutan Kemiri menuju Batu Lapis di kaki Gunung Betung.

BANDARLAMPUNG — Rahmat Mirzani Djausal menempuh jalur Hutan Kemiri menuju Batu Lapis di kaki Gunung Betung, trekking sejauh 6 kilometer pulang-pergi. Ia mulai berjalan sejak pukul setengah tujuh pagi tanpa pengawalan protokoler lengkap. Sekda Marindo Kurniawan ikut di belakang bersama beberapa staf dan teman dekat.

Ubay dan Darma dari Pokdarwis Desa Sumber Agung memimpin jalan. Rute itu berujung di gubuk sederhana milik Abah Mus, sosok yang merawat Hutan Kemiri selama 28 tahun terakhir.

Mengapa Gubernur Sebut Lampung Tak Bisa Selamanya Jual Pantai

Mirza menilai pariwisata bahari memang jadi pintu masuk. Namun pintu itu tidak cukup untuk menahan orang agar betah berlama-lama.

Ia selalu memegang dua rumus sederhana. Pertama, berapa lama wisatawan mau tinggal. Kedua, berapa banyak uang yang mereka belanjakan di sini.

"Kalau orang betah, otomatis belanjanya banyak. Nah, kita butuh alasan biar mereka tidak cepat pulang," ujar Mirza di tengah hutan.

Tahura WAR disebut menjadi jawabannya. Lokasinya menempel dengan Kota Bandar Lampung. Pagi bisa hirup udara hutan, siangnya tetap bisa meeting di hotel.

100 Orang Datang Tiap Akhir Pekan, Ada yang dari Jabodetabek

Ubay mencatat setiap Sabtu-Minggu ada sekitar 100 orang datang ke Tahura WAR. Mereka terbagi dalam 6 sampai 8 rombongan.

Tamunya bukan hanya warga Lampung. Ada yang sengaja datang dari Sumsel, bahkan dari Jabodetabek. Mereka bosan dengan pantai, lalu cari hutan yang adem.

"Mereka biasanya ngopi dulu di Hutan Kemiri, dengerin cerita Abah Mus. Habis itu baru turun lagi," tutur Ubay.

Mirza sendiri terlihat menikmati jalur itu. Di beberapa tanjakan terjal, ia malah mempercepat langkah. Tiga jam lebih ia habiskan di dalam hutan tanpa terlihat kelelahan.

Pesan Gubernur: Jangan Biarkan Lampung Cuma Jadi Tempat Lewat

Di akhir obrolan, Mirza menitipkan pesan singkat soal posisi Lampung di peta wisata.

"Kita jangan biarkan Lampung cuma jadi tempat lewat. Orang harus menginap lebih lama di sini," kata dia.

Gagasan itu menempatkan Tahura WAR sebagai penopang lama tinggal wisatawan, bukan sekadar pelengkap destinasi bahari yang selama ini jadi andalan provinsi tersebut.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: proyeksi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top