Sopir Truk Fuso Tabrakan Maut di Pringsewu Menyerahkan Diri ke Polsek Kalirejo, 2 Pelajar SMP Tewas

Penulis: Syaiful Bahri  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 12:31:01 WIB
Sopir truk Fuso yang menyerahkan diri ke Polsek Kalirejo menjalani pemeriksaan di Unit Gakkum Satlantas Polres Pringsewu.

PRINGSEWU — Nablan Subari (41), warga Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, menjalani pemeriksaan intensif di Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Pringsewu. Ia diamankan setelah mendatangi Mapolsek Kalirejo pada Minggu (11/10/2026) sore, sekitar lima jam setelah kecelakaan terjadi.

Kasat Lantas Polres Pringsewu, Iptu Adi Wibowo, mengatakan pengemudi truk telah diserahkan kepada Unit Gakkum Satlantas Polres Pringsewu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Nablan mengaku mengemudikan truk Fuso bermuatan pasir dari wilayah Kalirejo menuju Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Tuas Persneling Lepas Saat Pindah Gigi

Dalam pemeriksaan awal, Nablan mengaku berupaya mengerem sekaligus memindahkan persneling dari gigi tiga ke gigi dua saat melintas di jalan menurun di Pekon Sukoharjo, menjelang Jembatan Way Sekampung. Menurut pengakuannya, tuas persneling terlepas dari dudukannya ketika hendak memindahkan gigi.

Truk melaju tak terkendali dan menabrak sejumlah kendaraan di depannya. Nablan mengaku panik dan meninggalkan lokasi kecelakaan sebelum akhirnya mendatangi Mapolsek Kalirejo untuk menyerahkan diri.

"Pengemudi truk sudah kami amankan setelah yang bersangkutan menyerahkan diri ke Polsek Kalirejo. Selanjutnya, personel Unit Gakkum Satlantas Polres Pringsewu menjemputnya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujar Adi dalam keterangannya mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra, Minggu sore.

Dua Pelajar SMP Tewas di Lokasi, Satu Luka Berat

Kecelakaan itu melibatkan lima kendaraan: satu truk Fuso bernomor polisi BE 8412 AUH, Toyota Innova BE 1810 UW, Mitsubishi Pajero BE 1459 UC, sepeda motor Yamaha Mio, dan Honda PCX BE 2938 UAJ. Benturan keras menyebabkan sejumlah kendaraan mengalami kerusakan parah.

Sepeda motor Yamaha Mio yang ditumpangi tiga remaja terseret hingga puluhan meter dari titik awal tabrakan. Dua penumpangnya, Maher Zain (13), warga Pekon Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Pringsewu, dan Rayhan Bintang (14), warga Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, meninggal dunia di lokasi akibat luka parah.

Pengendara motor berinisial M Rayhan (14) mengalami luka berat. Ketiganya merupakan pelajar SMP dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Mitra Husada untuk penanganan medis.

Pengemudi Kendaraan Lain Tidak Alami Luka

Pengemudi Toyota Innova, Riswanto, warga Pekon Totokarto, Kecamatan Adiluwih, serta pengemudi Mitsubishi Pajero, Parlindungan Silaban (33), warga Pekon Sukoharjo III Barat, dilaporkan tidak mengalami luka. Pengendara Honda PCX, Novia Arum (36), warga Pekon Sukoyoso, Kecamatan Sukoharjo, mengalami luka ringan, sedangkan anaknya yang berusia 10 tahun, Hendra Mahardika, tidak mengalami luka.

Polisi Dalami Dugaan Gangguan Sistem Transmisi

Adi menegaskan, penyidik masih mendalami keterangan pengemudi, termasuk dugaan gangguan pada sistem transmisi yang disebut menjadi penyebab truk kehilangan kendali. Polisi juga memeriksa kendaraan yang terlibat serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan faktor penyebab kecelakaan.

Hingga kini, Unit Gakkum Satlantas Polres Pringsewu masih memeriksa Nablan dan mendalami kondisi kendaraan, termasuk sistem transmisi dan pengereman. Hasil penyelidikan akan digunakan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang merenggut nyawa dua pelajar SMP tersebut.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: kupastuntas.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top