RBI Naikkan Suku Bunga India ke 5,5%, Pertama dalam Empat Tahun

Penulis: Ferdian Syah  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:34:02 WIB
Gubernur Reserve Bank of India Sanjay Malhotra menyampaikan pidato kebijakan moneter di kantor bank sentral India.

LAMPUNG — Reserve Bank of India menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,5%, kenaikan pertama dalam hampir empat tahun. Keputusan diambil untuk meredam inflasi yang menembus target dan menahan tekanan nilai tukar akibat lonjakan harga minyak global.

Dewan kebijakan moneter RBI yang beranggotakan enam orang sepakat bulat mendukung kenaikan suku bunga. Sikap kebijakan diubah dari netral menjadi pengetatan terukur, menandai pergeseran arah bank sentral India setelah lama menahan suku bunga rendah.

Keputusan diambil di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat konflik Iran yang memicu inflasi, menggerus daya beli, dan menekan nilai tukar rupee. Curah hujan monsun yang rendah akibat fenomena El Niño turut memperparah tekanan harga pangan di negara dengan ekonomi terbesar ketiga di Asia tersebut.

Inflasi Agustus Tembus 4,82%, di Atas Target RBI

Inflasi harga konsumen naik menjadi 4,82% pada Agustus dibandingkan tahun sebelumnya. Angka itu melampaui target jangka menengah RBI sebesar 4% selama tiga bulan berturut-turut. Kenaikan harga bahan bakar dan pangan kini berdampak luas pada perekonomian.

Hampir separuh dari komponen keranjang konsumsi mengalami inflasi di atas 4%. Kondisi ini menekan daya beli rumah tangga dan memperkuat alasan bank sentral menaikkan biaya pinjaman.

"Jelas bahwa prospek inflasi tidak lagi ringan," ujar Gubernur Sanjay Malhotra dalam pidato kebijakannya.

Pertumbuhan PDB 7,8% Beri Ruang Kenaikan Suku Bunga

Pertumbuhan ekonomi India tetap kuat sehingga memberi keleluasaan lebih besar bagi bank sentral untuk menaikkan biaya pinjaman bagi konsumen dan dunia usaha. Pertumbuhan PDB kuartal April-Juni tercatat 7,8%, jauh melampaui perkiraan bank sentral sebesar 7%.

Kombinasi inflasi tinggi dan pertumbuhan solid menjadi dasar RBI mengambil langkah pengetatan. Hampir 60% ekonom dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan kenaikan 25 basis poin, sehingga keputusan ini sejalan dengan ekspektasi pasar.

Dampak ke Pasar Global dan Ekonomi Indonesia

Kenaikan suku bunga India sejalan dengan langkah bank-bank sentral utama lain yang telah mengetatkan kebijakan moneter. Bagi investor Indonesia, langkah ini memperkuat tren pengetatan global yang dapat mempengaruhi aliran modal dan nilai tukar rupiah.

Harga minyak yang tinggi akibat konflik Iran menjadi faktor bersama yang menekan inflasi di negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia. Tekanan serupa berpotensi mendorong bank sentral lain di Asia mengambil sikap hati-hati terhadap ruang penurunan suku bunga.

Bagi pelaku usaha, biaya pinjaman di India akan naik sehingga menekan belanja modal dan konsumsi jangka pendek. Namun pertumbuhan PDB yang kuat memberi bantalan terhadap risiko perlambatan ekonomi yang lebih dalam.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top