Lib Dems Desak PM Inggris Andy Burnham Buka Semua Pertemuan dengan Pemilik Manchester City

Penulis: Ferdian Syah  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:23:32 WIB
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menghadapi desakan transparansi dari Partai Liberal Demokrat terkait pertemuannya dengan pemilik Manchester City.

LAMPUNG — Partai Liberal Demokrat menuntut Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mempublikasikan seluruh catatan pertemuannya dengan Abu Dhabi United Group, pemilik Manchester City, sekaligus mengungkap semua fasilitas hospitality yang ia terima di Etihad Stadium. Desakan muncul setelah Burnham menyatakan keprihatinan jika ADUG dipaksa menjual City akibat pelanggaran regulasi keuangan Premier League.

Juru bicara Lib Dems untuk bidang budaya, media, dan olahraga, Anna Sabine, menyatakan hubungan Burnham dengan ADUG harus diperiksa secara terbuka. Ia berencana mengirim surat resmi ke Downing Street dan Greater Manchester Combined Authority (GMCA) untuk meminta rincian seluruh pertemuan yang pernah berlangsung.

Sabine: Penggemar Sepak Bola Berhak Tahu Aturan Berlaku untuk Semua

Dalam pernyataannya kepada The Guardian, Sabine menegaskan tidak boleh ada perlakuan istimewa bagi pemilik klub sepak bola mana pun, sekaya atau sekuat apa pun mereka.

"Football fans up and down the country deserve to know that the rules apply to everyone, however rich and powerful they are," kata Sabine.

"When the prime minister leaps to the defence of a club's owners within hours of a verdict, people are entitled to ask what their relationship is."

Sabine juga meminta Burnham mengungkap setiap pertemuan dan percakapan dengan City Football Group, Abu Dhabi United Group, maupun perwakilan pemerintah Uni Emirat Arab, termasuk sejak masa jabatannya sebagai Wali Kota Greater Manchester. Menurutnya, semua bentuk fasilitas gratis yang diterima juga wajib dilaporkan.

Kritik Deras Setelah Pernyataan soal Potensi Penjualan City

Burnham menjadi sasaran kritik pekan ini setelah mengatakan ia akan "really concerned" apabila ADUG dipaksa melepas Manchester City. Pernyataan itu muncul tak lama setelah klub dinyatakan bersalah melanggar regulasi keuangan Premier League.

Tekanan publik membuat Downing Street mengeluarkan dua klarifikasi atas posisi Burnham pada Kamis. Klarifikasi tersebut belum meredam permintaan transparansi dari pihak oposisi.

Hubungan Panjang Burnham dengan ADUG Sejak Era Wali Kota

Selama sembilan tahun menjabat Wali Kota Greater Manchester, Burnham dikenal memiliki hubungan dekat dengan ADUG, perusahaan yang menaungi Sheikh Mansour saat mengakuisisi City pada 2008. Ia bahkan sempat memuji investasi ADUG di Manchester.

Burnham, yang mengaku sebagai penggemar Everton, beberapa kali tertangkap kamera menonton pertandingan City di area hospitality Etihad Stadium. Sejak kembali ke parlemen musim panas lalu dan menjabat perdana menteri, ia belum lagi menghadiri laga City, tetapi tercatat dua kali menonton Everton di Hill Dickinson Stadium dengan fasilitas directors' box meski memiliki tiket musiman di South Stand.

Aturan GMCA Dinilai Kurang Transparan

Sejauh mana fasilitas yang diterima Burnham tidak diketahui secara pasti. Regulasi GMCA hanya mewajibkan pejabat aktif mengungkap hadiah yang diterima tanpa perlu pengajuan permintaan informasi publik.

Kondisi ini memperkuat argumen Lib Dems bahwa mekanisme pengawasan terhadap pejabat yang telah meninggalkan jabatannya perlu diperjelas, terutama ketika menyangkut hubungan dengan pemilik klub Premier League.

Manchester City Ajukan Banding atas Putusan Komisi Independen

Manchester City resmi mengajukan banding pada Jumat atas putusan komisi independen. Klub menegaskan kembali penilaian mereka bahwa putusan tersebut "contains clear material errors, of law, principle and fact and is unsafe".

Banding City dan desakan transparansi Lib Dems terhadap Burnham kini menjadi dua front berbeda dalam saga regulasi keuangan yang mengguncang Premier League musim ini.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top